Melihat dan mendengar pengakuan Adam, yang mengakui segala kesalahannya dengan hancur hati, Karol hanya mengatakan, “Jika engkau telah melakukan kesalahan, maka engkau sudah membayar untuk hal itu.” Maksud dari pernyataan itu adalah rasa penyesalan yang diungkapkannya dengan sungguh-sunguh sudah cukup untuk membayar kesalahan yang dilakukannya. Karol begitu mudahnya mengampuni Adam. Ia bahkan tidak bertanya mengapa muridnya tega melakukan hal itu. Tak ada perasaan jengkel maupun dendam dirasakan olehnya. Adam tak pernah sekalipun menduga bahwa gurunya akan dengan begitu mudahnya memberikan maaf dan ampunan kepada dirinya. Padahal selama ini dialah yang menyebabkan beragam kesulitan dialami gurunya akibat tekanan dari partai komunis. Apa kunci yang membuat Karol sangat mudah mengampuni Adam? Kuncinya hanya satu, harga dari jiwa yang menyesal itu jauh lebih mahal, dan rasa dendam sama sekali tidak sebanding dengan indahnya pertobatan.
Kisah ini merupakan salah satu kisah yang diceritakan dalam film "Karol: A Man Who Became Pope", kisah hidup Pope John Paul II, yang diperankan sangat bagus oleh aktor Polandia Piotr Adamczyk. Dan juga musik latar yang bagus dari salah satu komposer terbaik Ennio Morricone. Dan film ini cocok sebagai wujud penghormatan bagi salah seorang pemimpin terbaik Gereja, bahkan salah seorang pemimpin terbaik dunia, yang banyak kita kenal keteladanan pribadinya.
Ketika sudah menjadi Paus, ia juga melakukan pengampunan yang dicatat dalam sejarah. Seorang pemuda Turki Mehmet Ali Agca pada 13 Mei 1981, menembaknya di lapangan Santo Petrus. Setelah sembuh dari lukanya, ia bergegas menemui pemuda itu. Ia merangkul dan memaafkan orang yang berniat membunuhnya itu.
Seandainya setiap orang mengampuni sesamanya seperti ia mengampuni dirinya sendiri, kita tentu akan mempunyai dunia yang ideal. (Peter Sirius)
Sumber : motivasi keeboo corp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar