Laman

Renungan

Rindu mendapatkan renungan setiap hari!
ataupun artikel serta tips2 kesehatan!!
Silakan kunjungi :
Semoga terbekati Lewat Blog ini!
God Bless You Friends
Tampilkan postingan dengan label Teaching. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teaching. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2011

7 Alat Untuk Menemukan Kerendahan Hati

Saya tahu sedikit tentang kerendahan hati. Namun saya tahu pasti tentang satu hal: Tuhan ingin umatNya rendah hati.

detail_imgAlkitab penuh dengan ajaran, teladan, pelanggaran, perintah, dan dorongan tentang kerendahan hati. Tiada ada yang sepasti seperti mengetahui bahwa Yesus Kristus sendiri adalah pribadii yang rendah hati dan menjadi teladan bagi kita. Coba pelajari ayat berikut ini sebagai permulaan:
Matius 11:29 : Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Yohanes 13:14-15: Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
Filipi 2:5-8 : Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Alkitab mengatakan orang percaya untuk mengenakan kerendahan hati (Kolose 3:12), berpakaian dengan kerendahan hati (I Petrus 5:5), dan berjalan dengan kerendahan hati (Efesus 4:1-2).
Tuhan sangat ingin anak-anak-Nya menjadi rendah hati hingga Dia memperlengkapi kita dengan tujuh alat bantu untuk mencapai hal ini dan untuk menjaga kita seperti itu.
  1. Akal sehat
    Lihatlah ke sekeliling, ada miliaran orang. Anda hanya salah satu dari mereka. Lihatlah ke atas pada milyaran bintang. Anda duduk di satu planet kecil yang mengelilingi satu bintang kecil yang sederhana. Mereka sudah ada milyaran tahun, sementara Anda baru beberapa tahun hidup di sini. Jika itu tidak membuat Anda rendah hati, maka Anda tidak memperhatikan dengan baik.
  2. Roh Kudus
    Buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kerendahan hati... (Galatia 5:22-23).
  3. Keluarga kita
    Saya mendengar istri seorang pengkhotbah terkenal mengatakan di televisi - dan mungkin mengejutkan beberapa orang pendengarnya - "Saya memberitahu suami saya, 'Jangan mulai hal besar dengan saya, saya melihat Anda dalam celana pendek Anda pagi ini."
    Pepatah lama mengatakan, "Tidak seorang pun menjadi pahlawan bagi pelayan pribadinya." Demikian juga, untuk anak-anak Obama, Barack hanyalah "Ayah." Untuk keturunan Billy Graham, dia "Ayah." Keluarga kita merupakan pengingat terbaik agar kita selalu rendah hati.
  4. Teman-teman kita
    Mereka yang menjadi teman-teman terdekat Anda bukanlah pengagum Anda. Mereka akan memberitahu Anda bau napas Anda buruk, Anda perlu menggunakan saputangan, atau bahwa Anda memiliki noda pada pakaian Anda bahwa Anda tidak memperhatikan. Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. (Amsal 27:6).
  5. Penderitaan, kesulitan
    Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. (Ulangan 8:2-3)
  6. Kegagalan
    Alkitab menyebutkan begitu banyak contoh tentang hal ini, sulit untuk tahu di mana untuk memulai. Allah membiarkan orang Israel gagal untuk menaklukkan kota kecil Ai untuk merendahkan mereka karena dosa di kamp mereka. Dia membiarkan Samson gagal karena keras kepalanya. Sama dengan Nebukadnezar. Berulang kali, Tuhan mengijinkan bangsa asing untuk menaklukkan Israel dan mendominasi mereka sampai mereka merendahkan diri dan berseru kepada-Nya.
    Seorang teman dalam pelayanan mengatakan kepada saya bahwa setelah istrinya meninggalkan dia, hal itu mengakhiri pelayanan pastoralnya yang membuat namanya terkenal. Allah benar-benar merendahkan dirinya. Saya berkata, "Dugaan saya adalah Anda melakukan pekerjaan jauh lebih baik bagi Tuhan sekarang daripada sebelumnya." Dia berkata, "Saya bekerja untuk diriku sendiri sebelumnya dan sekarang saya bekerja untuk Yesus.."
  7. Kritik
    Tidak ada yang mendorong Musa untuk mendekat dengan Yang Mahakuasa seperti celaan terus menerus dari orang Israel. Banyak pendeta harus berdiri di mimbar dan menyampaikan pesan Allah kepada orang-orang yang mencari kelemahannya dan bersemangat untuk menerkam pada setiap kesalahan yang dibuatnya. Ini adalah cara yang mengerikan untuk hidup, tapi Tuhan dapat menggunakan ini dalam hidupnya untuk membangun karakter dan memperdalam komitmennya kepada Kristus.
    Mungkin Anda tidak mengalami seperti Musa, namun akan tiba waktunya ketika sebuah kritikan diarahkan kepada Anda. Pada saat itu, rendahkan hati Anda untuk menerimanya.
Kerendahan hati bukanlah sebuah karakter yang mudah dicapai. Banyak hal yang harus dilepaskan untuk mencapainya. Namun semakin Anda bertumbuh dalam kerendahan hati, Anda menjadi semakin seperti Kristus.

Selasa, 05 Juli 2011

Sebuah Warisan Yang Mahal

detail_imgSuatu hari, seorang ayah mengajak putranya pergi memancing. Dii danau pemancingan itu, ada satu jenis ikan yang dilindungi, dan tentu saja tidak boleh diambil oleh para pemancing. Artinya, jika ikan tersebut menyambar umpan pancing mereka, ikan tersebut harus dilepaskan lagi.

Hari itu, ayah dan anak itu mendapatkan beberapa ekor ikan kecil. Hari telah larut, hampir jam 10 malam. Tiba-tiba, joran pancing si anak melengkung tanda seekor ikan telah menyambar umpannya. Dengan sigap anak tersebut menggulung tali pancingnya dan bertarung untuk membawa ikan tersebut ke pinggir. Strike! Seekor ikan besar berhasil diangkatnya. Dan sebuah kejutan, itu adalah ikan yang dilindungi itu.
“Kau harus mengembalikannya nak!”
“Ayah!” teriak anak itu.
“Masih banyak ikan lain,” kata ayahnya.
“Tapi kan tidak sebesar yang ini..” teriak anak itu.
Anak tersebut memperhatikan sekitar danau. Tidak ada pemancing lain atau perahu lain disekitar mereka dibawah terang sinar bulan malam itu. Dia menoleh lagi kepada sang ayah. Namun suara tegas sang ayah menandakan tidak bisa kompromi. Akhirnya ikan itu dilepaskan.
Dengan gesit ikat itu segera menghilang kembali di danau itu. Anak tersebut yakin bahwa dirinya tidak akan pernah lagi melihat ikan sebesar itu. Namun dia menemui ikan dalam bentuk lain di beberapa puluh tahun kemudian dikehidupannya sehari-hari.
Apa yang diajarkan ayahnya malam itu, membuat ia belajar betapa pentingnya integritas. Teladan itu membuatnya berhasil menang menghadapi godaan untuk mengkompromikan nilai-nilainya ditahun-tahun berikutnya.
Integritas adalah sebuah landasan bagi semua prinsip kehidupan. Tanpa integritas, prinsip-prinsip lainnya tidak bisa diterapkan sebagai mana mestinya dalam kehidupan.
Kata integritas berarti keutuhan. Dalam bahasa Ibrani kata integritas digunakan kata “tom” yang artinya bisa juga ketulusan. Orang yang memiliki integritas sejati adalah orang yang hidup dalam ketulusan. Orang yang berintegritas menunjukkan kualitas karakter yang sama baik dilihat oleh orang maupun dalam kesendirian. Di dalam integritas sejati ada kejujuran, ada teladan hidup dan juga keadilan.
Integritas penting dimiliki oleh setiap orang di gereja, ditempat kerja, di sekolah, di perintaan dan dimanapun seseorang berada. Ketika Anda hidup dalam integritas, Anda meninggalkan warisan yang akan diikuti oleh anak cucu Anda. Anda akan diberkati jika Anda memiliki ayah dan ibu yang berintegritas, demikian juga sebaliknya, anak-cucu Anda akan diberkati jika memiliki Anda, orangtua yang hidup dalam integritas.
Orang benar yang bersih kelakuannya -- berbahagialah keturunannya. ~ Amsal 20:7
Apa pekerjaan Anda hari ini? Bekerja dibagian keuangan, bekerja di bidang hukum, atau bekerja sebagai tukang sapu? Apapun pekerjaan Anda, hiduplah dalam integritas.

Rabu, 29 Juni 2011

Menunggu Waktu Tuhan Tiba

detail_imgMazmur 90:12
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
Sulit untuk menjelaskan ketika kehidupan seseorang begitu pendek, meninggal dalam usia yang sangat muda. Kita berharap orang tersebut bisa hidup lebih lama. Tetapi siapa yang bisa mengatakan bahwa itu bukanlah waktunya dia untuk pergi? Siapa yang bisa mengatakan berapa lama kehidupan yang Tuhan tentukan untuk pria atau wanita dari awalnya?
Dalam kitab Kisah Para Rasul, Rasul Paulus mengatakan tentang Raja Daud seperti ini: “ Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya.” (Kisah Para Rasul 13:36). Daud adalah pribadi yang hebat, dia telah menggenapi tujuan Allah di jamannya, dan kemudian dia kembali pada Tuhan.
Kekurangan nutrisi, vitamin, dll?
Itulah sebabnya kita perlu menghitung hari-hari kita. Mengutip kata-kata Musa dalam Mazmur 90:12 “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
Kita tidak pernah tahu kapan hidup kita akan berakhir. Kita tidak tahu kapan kita selesai “melakukan kehendak Allah pada zaman” kita. Ketika Allah memanggil Anda pulang, maka Anda pulang! Anda dapat mengkonsumsi vitamin C, zinc, dan echinacea. Anda dapat minum the hijau, makan tahu, dan menghindari semua racun, tapi saat waktu Anda telah selesai, hidup Anda berakhir.
Tuhan belum selesai dengan hidup Anda.
Di sisi lain, Anda akan tetap hidup hingga Tuhan selesai berurusan dengan Anda. Anda tidak bisa pergi sebelum waktunya. Anda mungkin atau bukan orang paling sehat, tetapi Anda akan hidup hingga waktunya Tuhan memanggil Anda kembali... dan mengkuatirkan kapan waktu itu tiba tidak akan bisa memperpanjangnya sedikit pun.
Selain itu, kita jangan berbuat bodoh dengan menguji Tuhan. Kita bisa yakin bahwa kita akan hidup hingga Tuhan selesai dengan hidup kita. Seperti yang Rasul Paulus katakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21). Jadi mari kita jalani sebaik mungkin hidup yang telah Tuhan berikan kepada kita saat ini.
Misionaris Jim Elliot pernah menulis seperti ini: “Dimanapun Anda berada, hadirlah disana sepenuhnya. Jalani setiap situasi hingga akhir saat Anda percaya sebagai keendak Allah.”
Writer: Greg Laurie

Jumat, 24 Juni 2011

Apakah Anda Kandidat Yang Dicari Tuhan?

detail_img2 Tawarikh 16:9a
Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.
Tuhan mencari ke seluruh penjuru bumi orang yang berpotensi untuk dipakai-Nya. Namun Dia tidak mencari orang yang sempurna, karena tidak ada satupun manusia yang sempurna. Dia mencari pria dan wanita biasa, seperti Anda dan saya, yang terdiri dari daging, tulang dan darah. Tetapi Dia juga memiliki kriteria khusus untuk orang yang dapat Ia pakai, yaitu orang yang bersungguh hati terhadap Dia.
Salah satu pribadi yang Tuhan lihat memiliki kriteria tersebut adalah Ester. Apa yang Tuhan lihat pada diri Ester? Ester memiliki sikap hati yang mau di ajar dan terus mau belajar. Dia belajar dari keluarganya, dia belajar dari temannya, dan dia belajar dari musuhnya. 
Ester masih cocok untuk menjadi panutan kita yang hidup di jaman moderen ini. Ada banyak orang-orang berbakat dan juga berpendidikan saat ini. Mereka muncul sebagai pribadi yang menonjol di kelompoknya. Tapi apakah menjadi terkenal dan terpelajar mengubah sikap hati mereka untuk mau diajar dan belajar dari orang lain? Terkadang ada orang yang merasa sudah tahu banyak sehingga sulit untuk merendahkan hati dan belajar dari orang lain. Namun tidak dengan Ester. Apakah Anda seperti Ester?
Secepat apapun kita dipromosikan, atau setinggi apapun pujian, kita seharusnya tidak kehilangan sikap mau diajar itu. Kita tidak akan bisa bertumbuh lagi ketika kita merasa sudah cukup puas dengan apa yang kita miliki. Kita tidak akan bisa mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi, ketika kita tidak mau menerima kritikan atau masukan dari orang lain. Jangan biarkan diri Anda membangun benteng, dan menolak semua kritik dan masukan ataupun belajar dari orang lain yang sepertinya tidak memiliki apa-apa untuk dipelajari. Bahkan dari orang yang memusihi Anda, ada banyak hal yang bisa Anda pelajar dari hidupnya.
Ketika Ester memasuki istana, hal itu ia lakukan sebagai tindakan ketaatan atas permintaan Mordekhai yang mengasuhnya (Ester 2:20). Bahkan ketika ia dengan berani berdiri di hadapan raja untuk memperjuangkan nasib bangsanya, hal ini dilakukannya karena ia percaya bahwa tangan Tuhan menyertainya, dan Tuhanlah yang memiliki hidupnya.
Diperhadapkan dengan kemewahan, rayuan dan berbagai hal yang ia belum pernah ia dapatkan sebelumnya, tidak membuatnya lupa diri dan menjadi egois. Ester mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Ia adalah umat kepunyaan Tuhan dan Tuhan memiliki sebuah tujuan yang besar untuk dirinya.
Ester yang saat itu masih sangat mudah, mungkin sekitar umur dua puluhan atau bahkan lebih muda, namun tanpa takut ia menghadapi bahaya maut. Ia melakukan semua itu bukan karena ambisi pribadinya untuk menjadi ratu, namun ia melakukan semuanya itu karena kesungguhan hatinya kepada Tuhan. Dia berjalan dalam ketaatan untuk menggenapi rencana Tuhan. Ester berada di pusat rencana Allah bagi bangsa Israel saat itu, dan dia menjalaninya dengan kerendahan hati dan hati yang mau diajar.
Hari ini, Tuhan mencari pria dan wanita yang memiliki sikap seperti Ester. Apakah Anda salah satunya? Tuhan memiliki sebuah rencana yang khusus untuk setiap pribadi, namun untuk membuat semua rencana-Nya itu terwujud, Tuhan membutuhkan pribadi itu memiliki kesungguhan hati kepada-Nya, pribadi yang mau diajar dan taat berjalan dalam panggilan-Nya.

Selasa, 21 Juni 2011

Apakah Anda Pernah Memintanya?

detail_img1 Tawarikh 4:10
Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.
Ada seorang pria di Alkitab bernama Yabes yang arti namanya adalah: "kesulitan, kesedihan, dan sakit hati." Kita tidak tahu banyak tentang Yabes, namun berdasarkan namanya, saya bisa membayangkan dia telah melalui banyak kekecewaan. Hidup mungkin tidak berjalan dengan cara yang ia harapkan. Tapi bukannya duduk dan mengasihani diri sendiri, Yabes percaya bahwa Allah memiliki sesuatu yang besar untuk diberikan kepadanya. Terlepas dari berbagai kondisi yang melawan dia, Yabes tahu bahwa satu sentuhan perkenanan Tuhan bisa mengubah semua situasi yang ada disekitarnya. Hal yang membuat Yabes menonjol dalam kitab suci adalah bahwa ia cukup berani untuk meminta Tuhan melakukan sesuatu yang besar baginya. Dia berkata,"Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dia mengatakan pada dasarnya seperti ini: Aku telah melalui banyak kekecewaan. Aku sudah merasakan banyak sakit dan nyeri. Tapi Tuhan, aku tidak akan terjebak di sini. Aku mengharapkan bantuan-Mu. Aku mengharapkan Engkau untuk memutar keadaan yang ada dan memberkati aku. Dalam Alkitab terjemahan King James Version dituliskan : “Oh that thou wouldest bless me indeed, and enlarge my coast.” (1 Tawarikh 4:10) Kata "indeed" berarti "dengan cara yang besar." Alkitab hanya mengatakan tentang jawaban Tuhan dengan kalimat, "Dan Allah mengabulkan permintaannya itu."
Pertanyaan saya hari ini adalah: apakah Anda pernah meminta Tuhan untuk memperbesar wilayah Anda? Pernahkah Anda berkata, "Tuhan, berkatilah saya. Tuhan, lakukan sesuatu yang besar dalam hidup saya?" Teman, kita tidak pernah menerimanya karena kita tidak pernah meminta. Ketika Anda meregangkan iman Anda, ketika Anda memperbesar visi Anda, meningkatkan dan memperluas pengaruh Anda, itulah yang membuka pintu bagi Allah untuk melakukan hal-hal yang menakjubkan.
Kadang-kadang kita punya pandangan yang terbatas tentang Allah. Kita bertindak seperti kita menyusahkan Tuhan ketika percaya hal-hal yang besar. Jadi kita akhirnya berdoa dengan doa-doa kecil. "Tuhan, jika Engkau memberikan kenaikan sedikit, mungkin aku bisa mendapatkan tempat yang lebih baik untuk hidup." "Tuhan, jika Engkau mengirimkan beberapa pelanggan, mungkin aku bisa memenuhi kebutuhanku bulan ini." "Tuhan, jika Engkau memberikan sedikit bantuan, mungkin pernikahan saya akan bertahan." Tidak, Anda terlalu memandang rendah diri sendiri. Tuhan kita adalah Tuhan yang berkuasa. Ia memiliki sumber daya tak terbatas! Anda tidak berjalan dalam rencana Allah dengan menahan diri dan berpikiran kecil. Jika Anda ingin membuat Allah senang, maka milikilah iman yang besar, berharaplah yang besar dan mintalah yang besar!
Anda dapat meningkatkan visi Anda hari ini dengan mengatakan, "Bapa, terima kasih untuk melakukan sesuatu yang besar dalam hidup saya. Terima kasih untuk kesempatan besar, ide-ide besar dan terobosan besar.. Tuhan, bantu saya untuk menjadi berkat yang besar untuk orang lain." Ketika Anda mulai berpikir seperti Allah, berpikir besar dan luas, Anda akan melihat pengaruh Anda dan kesempatan Anda meningkat. Anda akan melihat tangan perkenanan-Nya menyertai Anda, dan Anda akan bergerak maju ke kehidupan yang melimpah yang telah Ia sediakan bagi Anda.
Writer : Joel Osteen

Jumat, 10 Juni 2011

Mengalami Kepenuhan Sukacita

detail_imgSukacita, siapa sih yang tidak ingin merasakan perasaan ini terus menerus. Namun kehidupan penuh dengan liku, kadang berbagai masalah menerpa, kesedihan melanda, dan kemalangan datang tak di undang. Masihkah kita bersukacita? Jika Anda mengandalkan perasaan Anda sendiri, pasti tidak bisa. Namun sukacita jenis ini, Anda bisa dapatkan di dalam Yesus.
Yesus pernah berkata:
Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. ~ Yohanes 17:13
Apakah maksud dari “penuh sukacita” ini?
Ada tiga cara pandang yang salah tentang “penuh sukacita” ini:
Cara pandang salah 1: Penuh sukacita itu tidak bertanggung jawab. Ada banyak masalah yang belum terselesaikan. Penuh dengan sukacita artinya bukan menganggapnya tidak ada. Anda tidak bisa begitu saja merasa sukacita tanpa alasan yang jelas.
Kebenaran 1: Yesus telah membayar segala kekurangan kita, sehingga kita bisa menikmati anugrah Tuhan. Dengan dasar ini kita bisa bersukacita sekalipun berbagai masalah masih harus kita hadapi, pertama karena kita tahu bahwa dengan anugrah Tuhan kita bisa menanggungnya dan Dia turut bekerja untuk menolong kita, sehingga dibalik semua yang terjadi akan muncul sesuatu yang indah sehingga kita bisa memuliakan Tuhan melalui semua yang telah terjadi.
“betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” ~ Ibrani 9:14
Cara pandang yang salah 2: Penuh dengan sukacita membuat kita berbuat sembrono dan tidak sopan. Stop! Penuh dengan sukacita disini bukanlah seperti orang yang mabuk karena minuman keras.
Kebenaran 2: Salah satu buah Roh adalah sukacita. Jadi sukacita ini adalah sukacita dalam kendali Roh Kudus. Ketika kita berada dalam hadirat Tuhan, maka sukacita seperti inilah yang kita rasakan. Daud menggambarkannya seperti ini:
Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur. ~ Mazmur 4:8
Cara pandang yang salah 3: “Penuh sukacita” ini menipu diri sendiri. Sering kita melihat diri sendiri dan merasa tidak pantas untuk bersukacita.
Kebenaran 3: Anda layak untuk menerima kepenuhan sukacita ini, bukan karena siapa Anda, tapi karena kasih karunia yang Anda terima di dalam penebusan Yesus Kristus.
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. 1 Yohanes 3:2
Apapun yang Anda alami hari ini, ingatlah bahwa di dalam Yesus Anda masih bisa bersukacita. Sukacita karena Tuhan, itulah kekuatan kita, dari titik ini kita bisa mengalami mukjizat Tuhan.
Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. ~ Mazmur 92:12

Kamis, 09 Juni 2011

Anda Mau Mencari Untung Dari Penyembahan?

detail_imgSebelumnya, dalam artikel “Ibadah Yang Tak Pernah Mengecewakan” sudah kita bahas 3 motivasi yang seharusnya melandasi penyembahan dan ibadah kita. Sangat umum bagi jemaat yang datang ke gereja berpikir bahwa pelayanan di gereja adalah tentang mereka – membawa orang diselamatkan, belajar kebenaran firman Tuhan, mendapatkan inspirasi untuk bertahan selama satu minggu lagi, mendapatkan pengampunan dosa, memberikan persembahan untuk mendukung pelayanan.
Apakah ada yang salah dengan semua itu? Tentu saja tidak. Tapi jika kita ke gereja untuk melakukan semua itu, kita bisa melakukannya. Tapi kita bukan melakukan penyembahan.
Warren Wierbe berkata, “Jika Anda menyembah karena upah, hal itu tidak akan sepadan.”
1. Penyembahan, pemuridan, memberi dan berdoa, bagian dari penyembahan
Para murid menyembah pada waktu hari Pantekosta ketika mereka di babtis Roh Kudus mereka dibawa ke jalan utnuk bersaksi (Kisah Rasul 2). Yesaya di Bait Allah menyembah ketika Tuhan menyatakan diri-Nya dan mengampuni dosanya dan memanggil Yesaya untuk menjadi nabi bagi umat Israel (Yesaya 6).
2. Sembah dan tinggikan Tuhan dengan cara yang Alkitab katakan
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan. ( 1 Tawarikh 16:29)
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mazmur 51:19)
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. (Yohanes 4:24)
Artinya kita harus menyembah Tuhan dengan totalitas, bukan hanya dengan bibir kita tapi dengan tubuh, jiwa, dan roh. Kita bisa mengklaim sesuatu sebagai ibadah, namun penelian di lakukan oleh Tuhan, dan Dia tidak senang hanya penampilan luar atau sekedar ritual saja, Tuhan ingin totalitas kita.
3. Kitalah yang menentukan apakah kita akan menyembah ketika memasuki Rumah Tuhan atau tidak
Jangan salahkan pendeta jika Anda tidak menyembah. Dia tidak bisa melakukannya untuk Anda.
Tidak ada yang bisa menggantikan saya makan agar saya bisa merasa kenyang, demikian juga tidak ada yang bisa menggantikan kita menyembah Tuhan.
Tidak ada seorang pun yang bisa mendikte kita apakah kita harus menyembah atau tidak, itu adalah keputusan pribadi Anda. Anda bertanggung jawab secara pribadi atas penyembahan Anda kepada Tuhan.
Ketika maria duduk di dekat Tuhan Yesus, hal ini jelas penyembahan. Yesus berkata kepada Martha saudarinya, “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Lukas 10:42). Waktu yang kita khususkan untuk Tuhan, adalah sesuatu yang abadi yang tidak bisa diambil dari kehidupan kita.
4. Penyembahan adalah kata kerja
Penyembahan adalah sesuatu yang kita lakukan, bukan sesuatu yang orang lain lakukan untuk kita. Bahkan dalam kondisi yang sangat buruk, Paulus dan Silas masih bisa menyembah, mereka menyembah ketika di penjara dan dibelenggu (Kisah Rasul 16:25).
Jadi jika di gereja tidak ada pendeta tidak ada pemimpin pujian, tida ada pemain musik, kita masih bisa menyembah Tuhan. Bahkan dimanapun kita berada, kita bisa menyembah dan memuji Tuhan, bahkan dalam keadaan yang paling buruk. Penyembahan bukanlah agar kita merasa enak, namun untuk menyenangkan Tuhan. Mari rendahkan hati kita di hadapan Tuhan dan datanglah kepada-Nya dengan membawa persembahan syukur kita.

(^_^)