Laman

Renungan

Rindu mendapatkan renungan setiap hari!
ataupun artikel serta tips2 kesehatan!!
Silakan kunjungi :
Semoga terbekati Lewat Blog ini!
God Bless You Friends
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2011

Ateis Christopher Hitchens Akui Kekekalan Alkitab King James

detail_imgMeskipun dia seorang ateis, yang cukup terkenal pula, namun dengan terus terang dia memuji dan mengagumi Alkitab versi King James yang memuat Firman Tuhan itu. Christopher Hitchens adalah orang ateis kedua, setelah Richard Dawkins, yang menghormati Alkitab yang sudah diterjemahkan 400 tahun yang lalu itu dan sekarang diperingati.
“Meskipun saya kadang kala enggan untuk mengungkapkannya, namun memang ada sesuatu yang ‘kekal’ di dalam Tyndale/King James ini,” kata Hitchens dalam komentarnya di Vanity Fair. “Setiap generasi, tersedia banyak referensi untuk kehidupan sehari-hari dan kiasan, yang mungkin hanya Shakespeare yang bisa menandingi. Kata-katanya berulang kali menggema di pikiran orang terpelajar, termasuk mereka yang menerimanya hanya karena mereka mendengar.”
Hitchens merupakan seorang ateis yang sering berdebat dengan orang Kristen karena keberadaan Tuhan. Dia membuat alasan bahwa ‘agama meracuni segalanya’ dalam bukunya, God Is Not Great, dan dia terus menerus menyatakan bahwa dia tidak akan berbalik, bahkan saat ajal menjemputnya. Saat ini dia sendiri sedang berjuang melawan kanker stadium 4. Meskipun begitu, dia tetap menghormati Alkitab versi King James yang pertama kali diterbitkan tahun 1611.
Namun, dia mengkritik Alkitab terjemahan lain. Debat juga terjadi dalam penggunaan bahasa netral untuk jenis kelamin. Versi terbaru yang dikeluarkan bulan lalu, memasukkan jenis kelamin yang tidak spesifik baik pribadi maupun orang banyak seperti ‘orang itu’ dan ‘mereka’ untuk mengganti ‘him’ atau ‘he’. Pada akhirnya, Hitchens mengatakan bahwa Alkitab versi King James itu berani dan berakhir dengan keteguhannya bahwa “agama adalah buatan manusia, dengan tinta yang dibuat manusia dimana merupakan teks yang menginspirasi dan tidak dapat diubah.”
Pengakuan dari seorang ateis yang terkenal ini membuktikan bahwa Alkitab memang mengisahkan dan menginspirasi umat manusia sampai sekarang. Namun, Allah sendiri adalah besar. Dia tidak butuh pengakuan dari manusia. Namun dia butuh manusia itu sendiri untuk dikasihi dan mengasihi. Yang dipertentangkan manusia hanyalah hal-hal kecil, namun sebenarnya Allah jauh lebih besar dari pada itu.

Source : christiantoday/lh3

Atheis Ciptakan Alkitab Sendiri : The Good Book

Jika dalam lagu sekolah Minggu ada lirik yang dinyanyikan, “Buku terbaik yang harus dibaca adalah Alkitab. Jika kau membacanya setiap hari, dia akan menunjukkan jalanmu…” namun tidak bagi filsuf AC Grayling dan teman sejawatnya yang beraliran humanis, sekularis, dan atheis. Mereka punya buku sendiri yang berjudul The Good Book : A Secular Bible by… Tidak oleh siapapun. Dalam sampul buku ini menginformasikan kepada kita gaya penulisan seperti Kristen akan diganti dan dibuat dengan gaya AC Grayling, saat ini sedang dalam tahap redaksi, edit, dan ditulis ulang ‘dengan cara yang sama dengan Alkitab Kristen ditulis’.
“Jika Pencipta Alam Semesta menuntun moral kita melalui sebuah buku, kenapa memberikan buku yang mendukung perbudakan, bersamaan dengan pemusnahan bangsa dan pengorbanan manusia? Mengapa mengajarkan kita untuk membunuh orang karena kejahatan yang tidak kelihatan, seperti ilmu sihir? Namun pula, ada beberapa hal indah yang memberikan pengajaran berharga, seperti Aturan Emas. Tapi tidak ada yang unik dari Alkitab,” menurut Sam Harris, seorang filsuf dan pakar ilmiah Amerika.
Saat ini, penanggung jawab pendidikan di Blackburn, Darwen, Lancashire mengumumkan bahwa anak-anak berumur 4 tahun akan diajarkan atheis sama seperti Kristen, Budha, Hindu, Islam, Yahudi, maupun Sikhem. Apakah ini berarti organisasi agama tidak punya tempat berpijak lagi atau hanya minggu yang buruk bagi iman kita karena dipermainkan oleh atheis seperti Christopher Hitchens dan Richard Dawkins? Rev Kevin Logan sendiri mengatakan, “Saya sangat yakin bahwa Kekristenan tidak perlu dikuatirkan. Kita bisa berdiri tegak di tengah kepercayaan manapun dan menjadi terang”
Sepertinya agama menjadi permainan bagi mereka. Agama memang ciptaan manusia untuk mengenal Tuhan lebih dalam. Tapi Tuhan kita lebih dari sekedar agama. Hidup tidak bisa ditentukan seberapa banyaknya kita tahu mengenai agama-agama namun dari seberapa banyak kita tahu tentang Pencipta kita, karena Dialah yang terpenting. Tidak akan habis-habisnya jika beragumentasi mengenai agama. Tapi kita perlu mencari Sumbernya maka kita akan tahu benar bahwa Yesus sudah mati buat kita, melalui iman percaya kita.

Source : telegraph/lh3

Tokoh Muslim Inginkan Umat Kristen Dilindungi dari Intimidasi

detail_imgAkibat sebuah rumah ibadah yang dibakar oleh kelompok radikal pada 2003 yang lampau di Sumatera Barat, membuat kekhawatiran keluarga-keluarga Katolik yang bermukim ditempat tersebut beribadah secara sembunyi. Hal inilah yang membuat seorang tokoh Muslim terkemuka menjadi prihatin dan meminta agar mereka dilindungi.
Deri Susanto, seorang ‘wali nagari’ -setingkat lurah- di Transad (Transmigrasi Angakatan Darat) Indrapura Utara, mengatakan kebebasan beragama bagi non Muslim di sana masih terancam. Ia sendiri mengatakan tidak berdaya dengan kondisi tersebut karena ia hanya seorang pegawai di tingkat rendah. “Warga di sini, yang kebanyakan Muslim, tidak keberatan dengan penggunaan rumah sebagai tempat ibadat, karena mereka ingin hidup harmonis dengan orang lain,” kata Deri pada 6 April lalu di Painan, ibukota Kabupaten Pesisir Selatan..
Anggota tim KUB Provinsi Sumatera Barat mengunjungi Painan untuk berdialog dengan bupati dan jajarannya membahas tentang kehidupan beragama di wilayah tersebut dan untuk menemukan cara meningkatkan keharmonisan antaragama. Dalam pertemuan itu hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Rosman Effendi, camat dan walinagari (setingkat lurah) di kabupaten yang mengakui bahwa pemerintah belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan umat beragama, termasuk kebutuhan rumah ibadah.
Pastor Alexius Sudarmanto dari Keuskupan Padang, mengatakan tak ada satupun tempat bagi umat Katolik untuk beribadah di sekitar Transad. Pastor yang sekali sebulan mengunjungi Indrapura Utara, merayakan Ekarisiti di rumah salah satu umat. Satu-satunya tempat yang disediakan TNI di Transad juga dipermasalahkan dan tidak dapat digunakan.
Ia menuturkan kalau tidak ada kunjungan pastor, umat pun tidak berkumpul untuk beribadat pada hari Minggu. Bahkan ada yang ke gereja di Bengkulu yang jaraknya mencapai 60 kilometer. Ia mengaku mengurus izin pendirian tempat ibadah di daerah tersebut tidak mudah karena harus mengikuti persyaratan yang diatur dalam Peraturan Bersama Menteri (PBM ) yakni sedikitnya 90 orang yang dibuktikan dengan KTP,  serta dukungan 60 warga masyarakat yang dibuktikan dengan tanda tangan  dan KTP.


Source : berbagai sumber - DPT

Bakar Kitab Suci Sama Dengan Salibkan Tuhan Yesus

Akibat kitab suci muslim yang dibakar oleh Pendeta Wayne Sapp di bawah pengawasan Terry Jones beberapa bulan lalu, kecaman pun berdatangan. Termasuk dari salah satu petinggi dan pendeta gereja injili John Piper. Piper mengatakan bahwa Membakar kitab suci umat Muslim sama dengan menyalibkan Kristus bagi umat Kristen, kata pendeta injili John Piper.
Prihatin dengan tewasnya 24 orang Kristen di Afghanistan, termasuk tujuh karyawan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sejak Jumat (01/04) lalu, John Piper, pendeta dari pinggiran Florida memberi penjelasan tentang alasan kemarahan umat muslim di Afghanistan. Untuk mendukung penjelasannya, Piper mengutip tulisan seorang Sarjana Inggris, Andrew Walls, pendiri Pusat Studi Kristen di Dunia Non-Barat, dalam bukunya The Cross-Cultural Process in Christian History.
Dilansir Christian Today (7/04) dalam buku tersebut, Walls menyoroti perbedaan dan paralel antara Kristen dan Muslim yang kemudian ditangkap dan disimpulkan Piper bahwa paralel antara kedua agama tersebut bukan terletak antara Kristus untuk Kristen dan Nabi Muhammad untuk muslim, tapi Al-Quran paralel Kristus, "Pewahyuan Al-Quran dalam Islam sama dengan inkarnasi Kristus dalam Kristen," tegas Piper dalam sebuah posting blog di website the Desiring God.
Kendati demikian ada perbedaan respons antara keduanya dalam menyikapi penodaan agama. Dalam tulisannya di website tersebut Pendeta Piper juga menunjukkan perbedaan reaksi antara umat Islam dan Kristen ketika Al-Quran dinodai dengan Kristus disalibkan. John Piper menunjukkan bagaimana Yesus justru mengutuk kekerasan dalam menghadapi penyaliban.
Kekerasan ini Yesus tegaskan sendiri ketika menegur salah satu muridnya agar tidak menggunakan pedang (Matius 26:52), kemudian menyembuhkan telinga serdadu yang di potong oleh muridnya (Lukas 22:51), berdoa untuk pengampunan mereka yang membunuh Dia (Lukas 23:34), dan mengajar murid-muridnya untuk mengasihi musuh mereka (Lukas 6:27)

Source : Berbagai Sumber/DPT

Jika Terlalu Percaya Akhir Zaman Daripada Percaya Yesus

detail_imgJaman sekarang memang sepertinya sudah akhir jaman, ada saja orang yang mengaku-ngaku sebagai utusan Tuhan dan kemudian mengatakan sekian-sekianlah akan kiamat. Padahal di Alkitab telah dijelaskan dengan jelas sekali bahwa tidak ada seorang pun yang tahu masa dan waktunya. Bahkan di dalam Pengkhotbah 3:11 dikatakan, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi mereka tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Banyak sekte yang mengaku tahu hari-hari kiamat ini. Berikut adalah nabi dan sekte hari kiamat yang terkenal :
2012
Tahun 2012 merupakan tahun terakhir? Benarkah akan terjadi kiamat saat itu? Memang tsunami, gempa, dan revolusi yang terjadi baru-baru ini seakan membuat gagasan bencana global itu tampak mungkin. Apalagi dengan dibuatnya film 2012 yang membuat masyarakat dunia gempar. Namun, hal ini bukan yang pertama kalinya masyarakat mendengar hal itu.
Suku Maya
Peradaban Maya kuno terkenal akan sistem kalender canggihnya. 21 Desember 2012 merupakan tanggal terakhir pada kalender Maya Kuno. Tanggal itu menimbulkan spekulasi kiamat di seluruh dunia. Menurut ulama Maya, anggota masyarakat non-produktif, termasuk aristokrasi dan imamat mulai kehabisan sumber daya. Namun, meskipun tanggal 21 Desember 2012 merupakan tanggal terakhir di kalender Suku Maya, tak disebutkan adanya bencana oleh suku itu.
Nostradamus
Konsultan astrologi Nostradamus terkenal karena buku Les Propheties yang terbit pada tahun 1555. Buku yang masih bisa ditemui hingga kini itu berisi koleksi ramalan yang disebut kuatrain. Pengikut Nostradamus yakin, kuatrain memprediksi peristiwa sejarah besar seperti Revolusi Perancis, bom atom, bangkitnya Hitlet bahkan peristiwa bom 9/11 di Amerika dengan benar. Namun, dalam ramalannya 2012 bukanlah tahun kiamat. Menurutnya, kiamat terjadi pada tahun 3786-3797
William Miller dan Milleris
Pendeta Baptis Amerika Miller dikreditkan sebagai pendiri Adventisme (pewaris Saksi Yehovah). Di konferensi Advent, Miller menulis, “Saya menyimpulkan, sekitar 25 tahun setelah 1818, semua urusan saat ini akan dihentikan.” Prediksi terakhirnya ditentukan pada tahun 1844. Jelas sekali, ramalan itu tidak terbukti.
Hikmat Tuhan bukanlah hikmat manusia. Sungguh salah jika berpikir bahwa Tuhan memberikan kapan kepastian kiamat itu akan datang. Satu hal yang pasti, kita berada di dalam akhir jaman, namun akhir dari jaman itu sendiri tidak ada seorang pun yang tahu. Yang menjadi bagian kita adalah lebih berhikmat dan jangan jadi serupa dengan dunia ini, tapi berubahlah melalui pembaruan kepada Yesus. Seperti apakah Yesus itu? Anda bisa melihatnya di sini. Berikutnya akan dibahas lebih banyak lagi tentang akhir jaman menurut dunia ini.

Source : inilah/lh3

Senin, 11 April 2011

Pencemaran Nama Yesus dengan Slogan Setan di New Zealand

detail_imgSebuah perusahaan pizza di New Zealand menyebabkan pencemaran nama baik karena iklan di papan pengumuman yang menyatakan slogan : “Hanya untuk waktu tertentu. Potongan kecil seperti Yesus.” Roti ini diiklankan dengan slogan yang menyepelekan, ditambah lagi di atas roti tersebut, bukan gambar salib yang ada namun gambar sebuah pentagram, simbol design dari setan.
Papan iklan yang besar itu, ditaruh oleh perusahaan Hell Pizza, yang sudah dipasang di sekitar Auckland, kota terbesar di negara tersebut. Lloyd Ashton, seorang juru bicara dari Gereja Anglikan New Zealand, mengutuk perusahaan periklanan dengan rasa tidak hormat dan tercela. “Mereka sangat tidak menghormati apa yang orang yakini secara sungguh-sungguh,” katanya. “Mereka sudah berani melakukan tindakan yang tercela atas sesuatu hal dimana orang-orang menganggapnya suci.” katanya lagi.
Patrick Dunn, seorang Uskup Katolik Roma di Auckland mengatakan, “Seharusnya dalam beberapa cara mereka mengetahui bahwa Yesus memang ada dalam waktu tertentu saja, tapi jika ada orang yang ingin memboikot Hell Pizza, maka saya akan menjadi salah satu bagian dari mereka.”
Menanggapi hal ini, Warren Powell, direktur perusahaan tersebut mengadakan kampanye dengan mengatakan, “Saya tidak melihat bagaimana hal ini tidak menghormati agama seseorang. Kami bisa saja menghadirkan hal yang sama tahun depan, dan setiap orang mengatakan Yesus Kristus akan datang suatu hari nanti,” katanya kepada New Zealand Herald. Otoritas Periklanan Standar New Zealand sudah menerima keluhan tentang iklan tersebut dan akan menindaklanjuti hal ini.
Orang bisa saja membuat roti dengan memberikan simbol setan tapi mengatasnamakan Yesus, tapi Yesus sendiri sudah mengatakan kepada kita bahwa kita harus siap dihina, karena Dia bukanlah berasal dari dunia ini. Pada saatnya nanti, dunia akan melihat kemuliaan-Nya dan bagaimana Diri-Nya yang sesungguhnya dan bagaimana pengorbanan-Nya untuk kita. Kita perlu belajar dari Yesus lebih dalam lagi, agar kita tahu dimana posisi kita melalui Who Is Jesus. Siapakah Dia yang sesungguhnya dan dimanakah peran kita di dalam Dia?

Source : telegraph/lh3

Kamis, 07 April 2011

Abaikan Kebutuhan Pribadi Demi Melayani Orang Lain, Misionaris Dapat Rumah Baru

Sekitar setahun yang lalu, Joe dan Cindy Hurston kembali dari perjalanan misi hanya untuk menemukan rumah mereka banjir karena pipa rusak. Tidak dapat memperbaiki pipa yang rusak, keluarga Hurston terpaksa hidup di tempat penampungan kecil selama enam bulan. Namun hal itu tidak menghentikan pelayanan mereka untuk melayani orang lain.
detail_imgMasalah pribadi pasangan misionaris ini dengan cepat tertutupi oleh gempa bumi yang melanda Haiti pada bulan Januari 2010. Keluarga Hurston membuat keputusan untuk mengorbankan kebutuhan mereka sendiri dan pergi membantu mereka yang terkena gempa.
“Ini merupakan bencana paling dahsyat yang pernah kami lihat. Dan kami dapat melakukan sesuatu bagi mereka. Kami dapat berbicara bahasa mereka, kami mengenal daerahnya,” ujar Joe Hurston menjelaskan. “Jadi kami memfokuskan segala yang kami miliki mencoba membantu orang-orang di Haiti.”
“Dan apa yang kami lalui benar-benar menjaga hati dan pikiran kami untuk terarah pada apa yang dikatakan Yesus, ‘Ketika saya haus, engkau memberikan saya minuman’,” ujar Cindy Hurston menambahkan.
Membawa air kepada korban bencana di Haiti dan juga seluruh dunia telah menjadi misi mereka selama enam tahun terakhir.
“Air itu sangat berat. Sedangkan saya mengendarai sebuah pesawat yang kecil sehingga saya tidak dapat membawa air yang cukup bagi mereka, tidak dapat melakukan yang lebih baik,” ujar Joe menjelaskan. “Namun suatu hari saya bertemu dengan seorang penemu dan teman baik yang luar biasa yang menemukan sebuah teknologi luar biasa dan telah kami kembangkan dan bangun menjadi sistem pemurnian air yang dapat dibawa dan sangat dahsyat.”
Unit ini dapat memproduksi 25 galon air murni dalam sejam. Sejauh ini, Hurston telah menempatkan lebih dari 700 sistem pemurnian air di 38 negara.
Kegigihan dan kerja keras pasangan Hurston dalam menyelamatkan jiwa merupakan alasanABC’s Extreme Home Makeover – bersama dengan 3.000 relawan – memutuskan untuk membangun rumah baru bagi keluarga Hurston. Mereka merobohkan rumah yang lama dan membangun rumah yang baru, bekerja tanpa henti selama enam hari berturut-turut.
Reality show ini juga memperbaharui instrumen navigasi bagi pesawat pelayanan yang terus bepergian ini, meyakinkan Bank of America untuk memberikan bantuan sebesar US$ 100.000 untuk proyek ini, dan menemukan beasiswa kuliah penuh bagi ketiga orang anak pasangan misionaris ini, dua di antaranya diadopsi dari Haiti.
“Curahan kasih dan kerjasama yang kami terima benar-benar mengejutkan,” ujar Joe.
“Bukan hanya sekedar kepemilikan materi yang kami terima, namun hal ini merupakan kekuatan luar biasa dari cinta, yang menguatkan kami untuk kembali ke luar sana, ke ladang misi untuk membagikan air dan membagikan kasih Kristus kepada orang lain,” tambah Cindy.
Apa yang didapatkan keluarga Hurston dan pelayanan yang mereka jalani telah membuka peluang yang baru. Pasangan ini mengatakan apa yang mereka alami mengingatkan janji Tuhan yang terdapat di dalam Alkitab.
“Saya ingin semua orang tahu bahwa Tuhan sedang melihat ke arah mereka. IA melihat segala kerja keras,” ujar Cindy. “Tuhan ingin mengingatkan kita untuk tidak jemu-jemu berbuat baik karena IA memiliki panen bagi kita di saat yang tepat.”
Kejadian ini benar-benar mengajarkan kita untuk melakukan segala sesuatu dengan benar-benar mengandalkan Tuhan secara tulus. Saat kita melakukan bagian kita untuk melayani kebutuhan orang lain, Tuhan akan bertindak untuk memenuhi segala kebutuhan kita.

Tradisi Minum Bir Selama Puasa Pra-Paskah

Banyak kegiatan dan beberapa tradisi di setiap daerah dan negara selama masa puasa menjelang hari raya Paskah. Lain dari seperti yang dilakukan jemaat Kristen pada umumnya yang melaksanakan persiapan dan kegiatan yang berhubungan dengan gereja, seorang warga di Amerika Serikat justru akan melakukan sebuah tradisi minum bir yang menurutnya telah berjalan selama ratusan tahun.
detail_imgWarga tersebut adalah seorang editor surat kabar bernama J. Wilson, warga asal Prescott, Iowa berusia 38 tahun ini berencana untuk menjauhkan diri dari makanan padat selama Puasa Pra Paskah. Menyiasati itu, dia memilih untuk hidup hanya dengan air dan.minum bir empat kali sehari. Namun, niatnya ini bukan bertujuan untuk mabuk.
Dirilis Orange Selasa (15/3), Wilson mengklaim akan menghidupkan kembali kehidupan biarawan Jerman pada abad ke-17 yang menyeduh bir untuk menjaga mereka melalui masa pra paskah. "Mabuk-mabukan adalah hal paling akhir dalam rencana saya. Jadi apa yang akan saya lakukan adalah semacam studi historis," ucapnya.
Pembuat bir rumahan ini akan hidup sesuai keinginannya bersama berbotol-botol bir yang berusia lebih 300 tahun hasil racikan seorang Biarawan Paulaner. Dia berencana merekam pengalamannya dalam sebuah blog, berjudul "Buku Catatan Biarawan Paruh Waktu". "Seminggu yang lalu saya telah melakukan uji coba selama 36 jam hidup dengan empat botol bir dalam satu hari, dan hasilnya tidak ada masalah. Tapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelah satu hari tidak makan sama sekali. Itulah satu pertanyaan yang saya ingin dapatkan jawabannya," katanya.
Wilson akan didampingi seorang dokter, yang akan memeriksanya sehari sebelum memulai proyeknya ini, juga selama dan sesudah puasa 40 hari itu. Bir khusus yang akan ia minum adalah bir dengan alkohol 6.67 persen dan memiliki 288 kalori per 355 ml porsi.

Menghadapi Tantangan, Hari Doa Nasional Tetap Dilaksanakan

Penyelenggara Hari Doa Nasional Amerika mendorong gubernur di seantero negeri untuk mengabaikan ancaman dari pihak oposisi anti agama dan memperingati hari doa di tahun ini, yang dijadwalkan akan diselenggarakan 5 Mei mendatang.
Pihak penyelenggara mengatakan mereka tidak peduli akan pengadilan banding yang dibawa oleh The Freedom from Religion Foundation (Yayasan Kebebasan Beragama).
detail_imgKelompok ateis dan agnostik mengatakan bukanlah urusan pemerintah untuk memberitahu orang-orang agar berdoa – meskipun melalui sejarah Amerika, presiden telah mengeluarkan seruan kepada orang Amerika untuk mencari hikmat dan berkat Tuhan.
Tahun lalu, seorang hakim pengadilan distrik menyatakan bahwa hari doa telah melanggar konstitusi. Putusan tersebut ditunda melalui pengadilan banding.
Sementara itu, Aliansi Dana Pertahanan mengatakan kepada khalayak umum bahwa meminta konstituen mereka untuk berdoa merupakan hal yang legal.
“Kami telah menyiapkan surat kepada para gubernur di seluruh negara bagian untuk menyakinkan mereka bahwa mereka dapat menyelenggarakan Hari Doa Nasional, dan hal itu merupakan aktivitas yang legal untuk dilakukan dan sesuatu yang telah dilakukan oleh para pendiri sejak awal berdirinya negara ini, dan juga merupakan hal yang terus kita praktekkan sampai hari ini,” jelas Kevin Theriot, pengacara dari Aliansi Dana Pertahanan.
Tema untuk hari doa nasional di tahun ini adalah “Allah Kita Benteng Pertahanan” (A Mighty Fortress is Our God).
Berbagai macam cara dilakukan manusia untuk membatasi sepak terjang kekristenan atas nama kebebasan beragama. Namun sebenarnya apa yang mereka lakukan justru memberangus dan menodai kebebasan itu sendiri yang sedang mereka ‘perjuangkan’.

Source : cbn.com

Jumat, 04 Februari 2011

Obama Berbagi Iman Secara Terang-Terangan


Meskipun tidak dibesarkan di gereja, Presiden Barack Obama mengatakan iman Kristennya telah menjadi kekuatan penopang baginya selama dua tahun terakhir di Washington.
detail_imgPresiden Amerika mengungkapkan kehidupan doa pribadinya pada acara National Prayer Breakfast, Kamis (3/2).
“Menjadi presiden ternyata menjadi sebuah cara yang lucu untuk membuat seseorang merasa perlu untuk berdoa,” ujar Obama.
Lebih dari 20 tahun yang lalu Presiden Obama mendaftarkan diri untuk terlibat sebagai pengelola komunitas di Chicago. Obama mengatakan saat itulah imannya di dalam Tuhan bertumbuh.
“Pertumbuhan itu terjadi melalui pengalaman bekerja bersama pastor dan orang awam, mencoba memulihkan luka dari lingkungan yang terluka dimana saya datang untuk mengenal Yesus Kristus secara pribadi dan memeluknya sebagai Tuhan dan Juruselamat saya,” ujar Obama.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CBN News bahwa presiden mempersilahkan warga Amerika untuk melihat lebih dalam bagaimana ia memandang Kitab Suci dan pendekatannya di dalam doa.
“Ini merupakan kesaksian terdalam dari perjalanan pribadinya. Tidak hanya sebagai anak-anak yang tidak mendapatkan pelatihan spiritual secara formal, tapi apa yang ia lakukan saat ini di Gedung Putih,” ujar Gubernur Virginia Bob McDonnell.
Obama mengatakan doa-doanya terkadang umum, tetapi bisa menjadi spesifik.
“Tuhan, berikan saya kesabaran saat saya melihat Malia pergi ke pesta dansa pertamanya dimana ia akan bertemu dengan para pria,” ujarnya bercanda.
Obama menambahkan ia secara teratur berdoa agar diberi kemampuan untuk membantu orang lain, untuk kerendahan hati, dan untuk berjalan lebih dekat dengan Tuhan.
“Ketika Michelle dan saya mendengar bahwa iman kami dipertanyakan dari waktu ke waktu, kami diingatkan bahwa pada akhirnya yang penting bukanlah apa kata orang tentang kami, tapi apakah kami murni dengan hati nurani kami dan setia kepada Tuhan,” ujar Obama.
Produser film Randall Wallace, yang sangat dikenal dengan filmnya “Braveheart” dan “Secretariat” juga berbagi kesaksian, dan kisah tentang kacamata yang dibelinya untuk membuat dirinya terlihat seperti direktur di awal karirnya.
Astronot Mark Kelly juga hadir. Istrinya, anggota kongres wanita Gabrielle Giffords sedang dalam pemulihan dari luka tembak di kepala setelah upaya pembunuhan terhadap dirinya.
Kelly mengatakan peringatan yang didirikan di luar rumah sakit di Tucson, Arizona, mengingatkan dirinya bahwa ia tidak harus berada di dalam gereja untuk merasa dekat dengan Tuhan.
“Anda berdoa di manapun Anda berada. Anda berdoa ketika Allah ada di dalam hati Anda,” jelas Kelly. “Dan doa bukan hanya meminta. Doa juga berarti mendengarkan jawaban dan mengekspresikan ucapan syukur, suatu hal yang sering saya lakukan akhir-akhir ini.”
Presiden Obama mengatakan ia berdoa agar orang Amerika mencari wajah Tuhan setiap hari.
“Ketika saya bangun di pagi hari, saya menantikan Tuhan dan meminta-Nya untuk memberikan kekuatan melakukan apa yang benar bagi negara kami dan rakyatnya,” ujarnya.
“Dan ketika saya pergi tidur di malam hari, saya menantikan Tuhan, dan saya meminta kepada-Nya untuk memaafkan dosa saya dan menjaga keluarga saya serta rakyat Amerika. Dan menjadikan saya alat untuk melakukan kehendak-Nya,” lanjut Obama.
Para anggota kongres, bahkan yang berada di pihak oposisi, mengatakan mereka meninggalkan Prayer Breakfast di hari itu sambil merasa baik akan negara mereka.
“Sangatlah senang untuk mendengar bahwa Presiden adalah seorang yang suka berdoa,” ujar Robert Aderhold dari partai Republik. “Dan kami tentu akan berdoa baginya dan bagi bimbingan Tuhan atas hidupnya.”

(^_^)