Laman

Renungan

Rindu mendapatkan renungan setiap hari!
ataupun artikel serta tips2 kesehatan!!
Silakan kunjungi :
Semoga terbekati Lewat Blog ini!
God Bless You Friends
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2011

Lakukan Ini Jika Anak Anda Korban Kejahatan Dunia Maya

  Seperti diketahui bersama kecepatan teknologi pada internet telah membuatnya menembus batas seluruh stratifikasi yang ada. Bahkan anak pun terkena pula dampaknya. Hal yang positif tentu kita harapkan untuk perkembangan anak.
Namun banyak pula kejahatan disisi lain dari internet jika datang mengancam. Jika anak anda adalah korban kejahatan dari dunia maya. Lakukan usaha ini menurut Barrie Ooi, Head of Windows Live Microsoft Southeast Asia.


  • Mulailah mengurangi interaksi mereka dengan pelaku kejahatan dunia maya dengan cara memilah teknologi atau menolak untuk memberikan respon kepada pelaku kejahatan. Anak-anak harus menolak untuk menyebarkan pesan kejahatan dan mereka harus memberitahukan teman-temannya untuk berbuat sama.
  • Berkomunikasi: Diskusikan pengaruh kejahatan dunia maya dengan anak-anak, termasuk masalah apapun dengan keterlibatan mereka, dan dukung mereka untuk melaporkan kejahatan kepada orang tua atau orang dewasa yang mereka percaya.
  • Mencoba Family Safety Software: Mengendalikan apa yang anak-anak dapat lihat, lakukan, dan dengan siapa mereka berinteraksi secara online melalui perangkat lunak yang tersedia. Seperti menggunakan perangkat lunak yang dapat memberikan laporan kepada orang tua, mengenai aktivitas penggunaan komputer anak-anak mereka, yang pada gilirannya memfasilitasi orang tua untuk memulai mendiskusikan aktivitas online dengan anak-anak mereka.
  • Menyelidiki: Mengetahui dengan pasti apa yang dibicarakan anak-anak apabila mereka datang kepada anda untuk meminta bantuan. Selidiki apa yang mereka lakukan secara online dan situs apa yang mereka kunjungi sebelum masalah timbul.
  • Dapatkan Informasi: Pelajari kebijakan anti-kejahatan di sekolah anak dan melalui penyedia layanan internet di rumah, tentukan apakah kebijakan-kebijakan tersebut berlaku.
  • Umumkan: Mengetahui siapa yang dihubungi, apabila seorang anak terkena kejahatan dunia maya. Misalnya di sekolah, situs di mana kejahatan tersebut terjadi. Atau polisi setempat, apabila diperlukan.

Sumber : detiknet


Jumat, 28 Oktober 2011

Ayo Jaga Anak Dari Kejahatan Dunia Maya


Kejahatan di internet ini kian berbahaya jika sudah mengancam anak-anak. Sebab mereka masih terlalu hijau untuk mengawasi hal-hal mencurigakan di sekelilingnya. Sehingga menjadi tanggung jawab setiap orangtua untuk selalu mengawasi sang buah hati.

Berikut kiat-kiat untuk menjaga anak dari ancaman kejahatan dunia maya menurut Barrie Ooi, Head of Windows Live Microsoft Southeast Asia.

main_img1. Dukung anak-anak dan teman mereka untuk saling menjaga – cara ini akan secara drastis mengurangi kemungkinan mereka dijadikan sebagai target.

2. Letakkan komputer keluarga dan mainan dengan koneksi internet di tengah rumah untuk memudahkan pengawasan  aktivitas online anak-anak.

3. Tanyakan kepada anak-anak, apa yang mereka lakukan ketika sedang online, dan usahakan untuk mendapatkan jawaban yang rinci. Minta kepada mereka untuk memberikan 'tur online' pada situs yang sering mereka kunjungi, dan aktivitas online lainnya tempat mereka berpartisipasi.

4. Lakukan diskusi mendalam mengenai kejahatan dunia maya dengan anak yang lebih tua, yang mungkin mengakses internet di tempat yang berbeda-beda, termasuk di luar rumah, di mana mereka tidak selalu diawasi.

5. Pastikan anak-anak merasa nyaman melaporkan kejahatan yang mereka alami kepada Anda, janjikan Anda akan melaporkan insiden apapun, jika mereka mau – dan lakukan. Misalnya, dengan melakukan pendekatan kepada orang tua si pelaku tindak kejahatan, guru, atau pihak manapun yang berpotensi memperburuk keadaan. Pikirkan strategi terbaik untuk melatih anak Anda.

6. Berikan gambaran jelas kepada anak-anak, mengenai hal yang akan mereka hadapi apabila memiliki keterlibatan dalam kejahatan dunia maya dengan orang lain.


Sumber : detiknet


Kamis, 27 Oktober 2011

Tiga Tahun Pertama Anak Yang Menentukan Masa Depan

main_imgTiga tahun pertama anak merupakan masa yang paling penting dan sangat menentukan untuk perkembangan otak dan kehidupannya di masa mendatang. Hal ini dikarenakan otak tumbuh dengan pesat pada awal kehidupan yaitu mencapai 70-80%. Karena itu, jika Anda menginginkan anak Anda tumbuh dengan kondisi yang terbaik, tiga tahun pertama ini akan menjadi saat-saat penentuannya.

Berikan 1 jam khusus setiap harinya, tanpa boleh diganggu gugat oleh kegiatan lain agar anak Anda bisa berinteraksi dengan kegiatan yang efektif bagi perkembangan kecerdasannya. Entah itu menunjukkan kepadanya gambar-gambar, entah itu permainan dots card (kartu untuk belajar berhitung), entah itu belajar bahasa, atau hal-hal yang berguna lainnya.

Anda perlu memonitor dan memberikan pengarahan yang benar kepada babysitter atau siapa saja yang mengasuh anak Anda tentang kegiatan yang perlu dilakukan oleh anak Anda selama Anda tidak di rumah. Buatlah daftar kegiatan anak Anda dengan jelas sehingga penjaga bayi Anda tahu persis apa yang harus dilakukan. Buatlah daftar dengan kegiatan yang mampu menstimulasi perkembangan kecerdasan anak, baik kecerdasan intelektual, emosi, maupun perkembangan fisik, dan sosialnya.

Dan mulailah hal ini dengan konsisten. Ingatlah selalu bahwa tiga tahun pertama kehidupan anak Anda sangat penting dan waktu terus berjalan. Karena itu, jangan sia-siakan waktu yang ada sehingga anak Anda bertambah besar tapi belum dirangsang otaknya untuk terus maju.
Karena itu, berikan perhatian penuh Anda kepada anak-anak khususnya dari mereka lahir sampai mereka berumur tiga tahun. Apa yang Anda tanamkan ke dalam kehidupan mereka, akan menjadi penentu nantinya. Apalagi Anda yang baru mengalami peran sebagai orangtua, mungkin Anda bingung. Tapi jangan kuatir, selama pengajaran yang Anda berikan kepada anak-anak dengan diikuti perilaku yang mencerminkan apa yang Tuhan contohkan, maka anak-anak Anda tentu akan tumbuh menjadi anak yang takut akan Tuhan.

Sumber : balitacerdas/lh3


Kamis, 29 September 2011

Tiga Tahun Pertama Anak Yang Menentukan Masa Depan

main_imgTiga tahun pertama anak merupakan masa yang paling penting dan sangat menentukan untuk perkembangan otak dan kehidupannya di masa mendatang. Hal ini dikarenakan otak tumbuh dengan pesat pada awal kehidupan yaitu mencapai 70-80%. Karena itu, jika Anda menginginkan anak Anda tumbuh dengan kondisi yang terbaik, tiga tahun pertama ini akan menjadi saat-saat penentuannya.


Berikan 1 jam khusus setiap harinya, tanpa boleh diganggu gugat oleh kegiatan lain agar anak Anda bisa berinteraksi dengan kegiatan yang efektif bagi perkembangan kecerdasannya. Entah itu menunjukkan kepadanya gambar-gambar, entah itu permainan dots card (kartu untuk belajar berhitung), entah itu belajar bahasa, atau hal-hal yang berguna lainnya.

Anda perlu memonitor dan memberikan pengarahan yang benar kepada babysitter atau siapa saja yang mengasuh anak Anda tentang kegiatan yang perlu dilakukan oleh anak Anda selama Anda tidak di rumah. Buatlah daftar kegiatan anak Anda dengan jelas sehingga penjaga bayi Anda tahu persis apa yang harus dilakukan. Buatlah daftar dengan kegiatan yang mampu menstimulasi perkembangan kecerdasan anak, baik kecerdasan intelektual, emosi, maupun perkembangan fisik, dan sosialnya.

Dan mulailah hal ini dengan konsisten. Ingatlah selalu bahwa tiga tahun pertama kehidupan anak Anda sangat penting dan waktu terus berjalan. Karena itu, jangan sia-siakan waktu yang ada sehingga anak Anda bertambah besar tapi belum dirangsang otaknya untuk terus maju.
Karena itu, berikan perhatian penuh Anda kepada anak-anak khususnya dari mereka lahir sampai mereka berumur tiga tahun. Apa yang Anda tanamkan ke dalam kehidupan mereka, akan menjadi penentu nantinya. Apalagi Anda yang baru mengalami peran sebagai orangtua, mungkin Anda bingung. Tapi jangan kuatir, selama pengajaran yang Anda berikan kepada anak-anak dengan diikuti perilaku yang mencerminkan apa yang Tuhan contohkan, maka anak-anak Anda tentu akan tumbuh menjadi anak yang takut akan Tuhan.

Source : balitacerdas/lh3

Rabu, 28 September 2011

Cara Mengubah Perilaku Menyimpang Balita

Sikap orangtua yang salah dalam memperlakukan anaknya dapat menyebabkan perilaku buruk anak menetap hingga anak tumbuh dewasa. Karena itu, selain memperkaya diri bagaimana memperlakukan anak dengan baik, Anda juga perlu mengajarkan anak-anak bersosialisasi dan mengontrol perilakunya.


main_imgAgresif. Kemampuan anak untuk mampu mengungkapkan perasaannya masih sangat terbatas. Mereka tidak mengerti apa yang mereka rasakan dan apa yang harus mereka katakan tentang perasaannya saat itu. Entah kecewa, marah, ataupun sedih. Anak-anak lebih sering menunjukkan sikap agresif sebagai tanda ketidaksukaan atas suatu hal. Tugas pertama orangtua adalah harus peka terhadap sikap yang anak-anak tunjukkan. Tanyakan mengapa mereka bisa bersikap seperti itu. Setelah mereka menjawab, maka orangtua harus menunjukkan rasa empati dan membantu mereka untuk mengenali perasaan yang mereka hadapi.

Berkata kasar / jorok. Perkataan yang diucapkan oleh anak-anak biasanya ditiru dari apa yang didengarnya. Entah itu dia mendengar sesama orang dewasa yang bicara atau dari televisi. Meskipun dia tidak mengerti apa yang diucapkannya, namun apabila dia seringkali juga ikut menggunakan kata tersebut, maka jelaskan penuh kelembutan arti kata itu dan bahwa kata-kata itu tidak baik diucapkan. Jangan lupa beri pujian jika anak mampu mengontrol dirinya untuk tidak berkata jorok / kasar.

Curang. Mereka curang karena belum mengerti aturan main, karena itu ajarkan cara bermain yang sportif. Beri peringatan keras ketika ia melakukan trik curang dengan tidak memperbolehkannya bermain satu putaran dan minta anak untuk meminta maaf kepada teman yang dicuranginya. Hal ini mengajarkan anak-anak untuk selalu melakukan hal-hal jujur di kemudian hari.

Memotong pembicaraan. Ajarkan norma sopan santun. Berikan penjelasan bahwa mereka boleh mengajukan pertanyaan, mengutarakan keinginannya apabila orang yang diajak anak bicara sudah tidak lagi berbicara dengan orang lain dan sabar menunggu gilirannya untuk bicara. Dan tak kalah penting, orangtua perlu menjadi panutan agar menyadari bahwa mereka pun tidak memotong pembicaraan.

Suka bertengkar. Cari permasalahan atau awal mengapa anak suka bertengkar. Kemudian ajak anak untuk menyelesaikan masalahnya. Bila dia berada di pihak yang salah, maka tanamkan padanya untuk minta maaf. Jika dia dipukul oleh temannya, berikan penjelasan bahwa ia tidak perlu membalasnya dengan kekerasan lagi, tapi cukup laporkan pada guru atau orangtua anak tersebut. Namun, jika anak kita sebagai trouble maker, berilah hukuman yang mendidik, misalnya tidak diizinkan main, tidak boleh jajan, dan sebagainya asal jangan memberikan hukuman fisik.
Perilaku anak-anak Anda dapat diubah dengan kelemahlembutan. Sama seperti ketika Yesus mengajarkan kita dengan lemah lembut, demikian juga anak-anak dapat diajar, apalagi mereka masih bisa dibentuk.

Source : bayibalita/lh3

Sabtu, 10 September 2011

Yang Harus Dipunyai Orangtua Dalam Menghadapi Perilaku Balita


main_imgPerilaku anak-anak pada tahun-tahun awalnya seringkali tidak dimengerti oleh orangtua. Memiliki anak-anak di usia tersebut seringkali sebagai orangtua kita harus dapat memposisikan diri dengan tepat, apalagi ketika anak-anak tidak mau menuruti perkataan dan bertingkah sesuka hati sehingga memberikan kesan anak tidak bisa diurus. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar perilaku mereka dapat terkendali.


Kesabaran. Dibutuhkan kesabaran dalam merespon setiap perilaku anak yang sedang mengeksplorasi dirinya. Itulah yang dipelajari oleh artis yang popular dengan perannya sebagai Serena Southerlyn dalam film Law & Order, Elisabeth Rohm (37). “Belajar menjadi orang yang sabar telah membawa diri kita menjadi lebih baik lagi,” tulis Elisabeth dalam mengasuh anaknya, Easton August (2.5 tahun).

Mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Apapun pendekatan yang biasa digunakan orangtua dalam mengasuh anak, Anda dituntut untuk bersikap lebih dewasa dan tidak merespon berbagai masalah secara kekanak-kanakan. Orangtua perlu menunjukkan sikap tegas dan matang dalam mengasuh balita. Memang hal ini tak mudah dilakukan, apalagi jika Anda tidak tahu perilaku yang bagaimana yang harus ditunjukkan atau mungkin Anda terlalu cepat bereaksi ketika suatu kejadian terjadi.

Karena itu, Anda perlu menjadi orangtua yang tidak reaktif. Meski sedang dalam tekanan, apalagi ketika anak-anak ngambek, merengek, atau berteriak, adalah tetap harus bisa tenang, sekalipun diperlakukan kasar dan dipermalukan di depan umum oleh anak Anda. Melawan diri sendiri adalah kunci sukses menjadi orangtua yang tidak reaktif. Jangan tersinggung jika anak berlari mencari perlindungan orang lain daripada diri Anda sendiri. Biar tidak reaktif, tarik nafas dalam-dalam. Berpikirlah sebelum bertindak, memaafkan, dan menjelaskan perlahan kepada anak perilaku yang keliru. Meski cara ini tak selamanya berhasil, namun setidaknya Anda dapat mengerti bagaimana harus menyikapi perilaku anak selanjutnya.

Memerlukan kecerdikan dan kreativitas. Tidak semua pendekatan yang dilakukan akan selalu berhasil diterapkan untuk menghadapi tingkah laku anak. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengikuti trik dari Elisabeth yaitu mencari tahu dan membuat daftar, tindakan apa yang sudah tak lagi berlaku jika diterapkan dalam pola asuhnya. Ia pun menggantikan cara lama dengan metode pengasuhan baru. Pola asuh balita ini selalu berkembang karena itu cara Anda memperlakukan mereka pun harus berbeda.

Cara yang diterapkan oleh Elisabeth ini pun dapat Anda terapkan dalam kehidupan keluarga Anda, khususnya kepada anak-anak Anda. Selain itu, Anda juga perlu belajar bagaimana menerapkan tindakan yang baik bagi anak Anda, karena semua anak harus diperlakukan secara khusus.

Source : kompas/lh3

Jumat, 09 September 2011

Apa Sumber Pembentuk Perilaku Anak?


main_imgTernyata, perilaku anak-anak bisa disebabkan beberapa hal. Beberapa waktu yang lalu, kita sudah membahas bahwaperilaku anak-anak di meja makan juga bisa diketahui. Berikut ini kita juga akan belajar beberapa perilaku anak-anak yang dibentuk oleh sebab-sebab berikut ini :


Perilaku Anak Dipengaruhi ASI

Anak-anak yang diberi susu formula berbeda perilakunya dengan anak-anak yang diberi susu ASI. Bayi yang disusui ibunya kurang memiliki masalah perilaku dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula, demikian hasil sebuah penelitian. Dengan menyusui, interaksi ibu dan anak dapat terjalin sejak dini secara intensif, menurut hasil penelitian Millenium Cohort Study. Hanya ada 4% bayi yang disusui ibunya mempunyai masalah perilaku di kemudian hari, sedangkan bayi yang diberi susu formula sebanyak 16%.

Mereka menawarkan dua penjelasan atas temuan mereka. Salah satunya, ASI mengandung sejumlah besar asam lemak esensial yang dikenal memiliki peran penting dalam pengembangan dan fungsi otak dan sistem saraf pusat. Peter Kinderman, professor psikologi klinis di Universitas Liverpool, menyebut bahwa ‘ada ikatan emosional antara ibu-anak yang berlangsung selama menyusui.’ Inilah yang menyebabkan perilaku anak-anak di kemudian hari.

Perilaku Anak Dipengaruhi Orang Sekitar

Anak-anak belajar perilaku yang sesuai dari orang-orang di sekitar mereka selama proses pembelajaran. Anak kadang berperilaku tidak tepat misalnya mudah marah atau agresif. Perilaku negatif itu bila terjadi berulang kali selama jangka waktu tertentu akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak dan mengganggu anak atau kehidupan sehari-hari keluarga mereka.

Perilaku Anak Dipengaruhi Oleh Cara Orangtua Mengasuh

Anak yang diasuh dalam rasa aman dan kedekatan emosi yang erat dengan ibunya akan tumbuh menjadi anak dengan perilaku yang baik. Analisa yang dilakukan Dr. Pasco Fearon dari School of Psychology dan Clinical Languange Sciences terhadap 69 studi yang melibatkan lebih dari 6000 anak pra remaja, menunjukkan bahwa anak laki-laki terutama dipengaruhi oleh ibunya di masa kecil, begitu juga pengaruh ibu terhadap anak perempuan, meskipun lebih kecil dibandingkan kepada anak laki-laki.

Hal-hal ini bisa jadi Anda tahu teorinya, tapi jangan lupa dipraktekkan. Tunjukkan karakter Anda yang baik karena anak-anak akan mencontoh secara sadar maupun tidak sadar. Anda harus selalu waspada karena perilaku anak-anak ditentukan oleh Anda.

Source : berbagai sumber/lh3

Kamis, 18 Agustus 2011

Perilaku Anak Dapat Diketahui Di Meja Makan

main_imgDi jaman yang serba modern ini, seringkali pola makan keluarga luntur akibat kesibukan dan kegiatan lainnya. Anakpun yang kurang mendapat perhatian dari orangtuanya menjadi anak yang akhirnya pun sibuk mencari kegiatan di luar. Padahal perkembangan anak dapat diketahui saat makan bersama orangtua di meja makan, sehingga melalui hal ini orangtua akan lebih mengerti kehendak anaknya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Drs Hilaludin Nasir, mengatakan “Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh orangtua dalam memberikan perhatian terhadap anaknya bisa dimulai dari meja makan kemudian ditindaklanjuti dengan program nyata.” katanya. “Makan bersama anak di meja makan, orangtua bisa mengetahui keinginan anaknya, selama ini kebanyakan orangtua hanya bisa memaksakan keinginannya terhadap anak, tanpa memperhatikan keinginan anak itu sendiri,” katanya lagi. Ada beberapa hal yang harus dilakukan orangtua dalam memperhatikan keinginan anaknya, yaitu :

Sediakan waktu sebanyak mungkin

Sediakan waktu sebanyak mungkin agar dapat bersama dengan anak-anak, namun jika belum sempat, setidaknya sediakan waktu untuk makan malam bersama. Jikalau pagi terlalu sibuk buat Anda, perlahan-lahan jadikan makan pagi sebagai makan bersama juga.

Jadikan makan bersama sebagai kebiasaan

Makan bersama yang sudah menjadi kebiasaan, dapat menumbuhkan hal-hal positif pada anak. Bila satu keluarga melakukan berapa kali makan bersama di meja makan bersama anaknya, ini sudah menjadi indikator keluarga sejahtera, apalagi bisa menumbuhkan sifat kekeluargaan terhadap anak.

Tumbuhkan perhatian dan kasih sayang saat makan keluarga

Apabila pada saat-saat makan bersama itu, Anda sebagai orangtua memberikan keceriaan, kebahagiaan dalam keluarga, maka sifat kekeluargaan pada anak akan semakin kental. Sifat kekeluargaan ini dapat dikembangkan dan diterapkan terhadap anak di dalam pergaulannya sehari-hari, sehingga mereka tidak terjebak dengan pergaulan bebas dan perbuatan melanggar hukum.
Niscaya jika Anda setidaknya menyediakan waktu buat anak-anak di meja makan, mereka akan merasa keinginan dan kebutuhan mereka diperhatikan. Ini akan membawa dampak positif yang luar biasa. Sebagai orangtua Anda harus mengingat, bukan mencari uang yang terpenting, tapi bagaimana anak-anak Anda bertumbuh, itulah yang terpenting.

Source : antaranews/lh3

Rabu, 17 Agustus 2011

Andalah yang Menentukan Masa Depan Anak

main_imgPerilaku konstruktif yang positif dapat menumbuhkan pola pikir dan mental anak-anak sejak dini sehingga berguna bagi masa depan mereka. “Apa yang sering didengar anak, lama kelamaan dipercaya sebagai sugesti. Karena itu, orangtua perlu berlaku dan bersikap bijak serta jangan ragu menghargai eksistensi buah hatinya tersebut,” kata Khairul Huda, psikolog asal Lampung. Untuk itu, ada beberapa tips yang dia bagikan, yaitu :

Setiap anak bisa tumbuh pintar

Anak-anak dengan perkembangannya yang cepat di usia dini, bisa tumbuh pintar dan mempunyai kepercayaan diri jika orangtua bisa berlaku demikian.

Marah yang membangun

Setiap orang tua boleh memarahi anaknya jika salah, namun usahakan kalimat yang disampaikan ialah kalimat yang membangun. Bukan yang negatif atau kasar sehubungan bisa mengganggu mentalitas anak. “Semisal orangtua menghendaki anak laki-lakinya untuk tegas, maka kalimat yang harus dilontarkan ialah ‘anak laki-laki harus tegas’ dan bukannya ‘anak laki-laki jangan klemar-klemer’. Atau contoh lain, ‘anak pintar seperti kamu seharusnya kreatif’, bukannya ‘anak pintar seperti kamu jangan nakal,’” jelas psikolog Life Identity Institute ini.

Berkata positif

Kata-kata positif akan membangun mental dan pola pikir anak-anak ke depan. Perkataan dapat membawa dampak yang luar biasa buat seseorang. Seperti yang Alkitab katakan, lidah merupakan anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Sama seperti api, lidah dapat ‘membakar hutan’. Itulah sebabnya sangat penting bagi kita untuk selalu berhati-hati dalam berkata-kata, terutama terhadap anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Bertindak nakal bukan berarti si anak memang nakal

Anak-anak bisa nakal karena tidak ada penyaluran kreativitasnya. Oleh sebab itu, beri mereka ruang atau waktu berekspresi sesuai perkembangan jiwanya yang tentunya bisa kita pantau. “Tidak tepat jika kita melihat anak nakal berarti dia nakal, sisi lain kenapa anak bisa nakal harus diperhatikan,” pungkasnya.
Jadi, pola pikir anak di masa kecilnya akan sangat mempengaruhi bagaimana dia berinteraksi ke depannya dan bagaimana hasil yang dia capai. Dan pola pikir ini sangat dipengaruhi oleh didikan orangtua dan perilaku yang diberikan orangtua kepada anaknya, apakah membangun atau tidak.

Source : republika - yahoo/lh3

Jumat, 05 Agustus 2011

Pendidikan Keuangan yang Diajarkan Obama Kepada Anak-Anaknya

main_imgAnak-anak Obama memang tinggal di tempat yang paling ekslusif di Amerika, tapi ayah mereka mengharapkan bahwa mereka dapat mengatur sendiri keuangan mereka dan mungkin dapat menambahnya dengan menjadi baby sitter. Itulah yang dilakukan dan dikatakan Obama kepada anak-anaknya. Dalam salah satu acara televisi, Obama pernah mengungkapkan hal itu. Dia mengajarkan anak-anaknya Malia dan Sasha tentang tabungan, minat, dan pengaturan uang.
“Apa yang saya sekarang lakukan dengan Malia dan Sasha adalah agar mereka mendapatkan uang tambahan,” katanya tanpa menyebutkan berapa uang yang mereka dapatkan. “Mereka mulai bertumbuh cukup dewasa agar bisa menghasilkan uang dari menjaga bayi. Mereka punya tabungan mereka sendiri.”
Obama menekankan ini semua kepada anak-anaknya bukan karena tidak mengasihi mereka, namun justru karena kasihlah dia mengajarkan mereka sedari dini agar tidak bergantung dan dapat mencari uang sendiri. Tentunya Obama berharap ketika mereka dewasa nanti, mereka dapat tetap menghasilkan uang, meskipun keadaan ekonomi negara sedang buruk sekalipun, seperti keadaan ekonomi Amerika yang memburuk beberapa waktu belakangan ini.
Bagi Anda yang mungkin hidup dalam berkecukupan, hendaklah anak-anak jangan dibiasakan untuk meminta dan meminta uang saja dari Anda. Biasakan mereka untuk dapat hidup mandiri dalam batas-batas yang wajar. Jika mereka menginginkan suatu barang, pastikan dulu barang yang diinginkan itu bermanfaat buat mereka. Lalu, Anda bisa ‘menukarnya’ dengan pekerjaan yang harus mereka lakukan. Misalnya saja, membersihkan meja makan, menyapu, atau yang lainnya. Jika mereka cukup dewasa, ajarkan mereka untuk mandiri seperti yang Obama ajarkan kepada anak-anaknya sehingga ke depannya anak Anda dapat hidup mapan dan sudah terarah.

Source : telegraph/lh3


Kamis, 04 Agustus 2011

Tantangan Unik Membesarkan Anak Tunggal

main_imgTerdapat manfaat yang unik dan beragam tantangan dalam mengasuh anak tunggal. Meskipun Anda bisa terlibat lebih dalam dengan kehidupan anak Anda, menemukan keseimbangan yang tepat dengan anak Anda bisa menjadi suatu hal yang sulit. Anak tunggal memiliki kepribadian tersendiri, dan sebagai orangtua, Anda perlu belajar menghadapi karakteristik unik anak Anda agar dapat membantunya berkembang menjadi seorang dewasa yang sukses dan bertanggungjawab. Untuk membantu Anda mengasuh anak tunggal dengan lebih baik, berikut adalah beberapa karakteristik yang seringkali ditemukan pada anak tunggal disertai dengan beberapa tips pengasuhan yang efektif untuk membantu Anda.
Karakteristik Anak Tunggal

Anak tunggal dapat memiliki beragam karakteristik yang menarik. Dalam banyak kasus, anak tunggal memiliki karakteristik gabungan dari anak sulung dan anak bungsu. Seringkali mereka perfeksionis; memiliki kemampuan organisasi yang hebat, dan tujuan mulia untuk dicapai. Di sisi lain, mereka mungkin santai, lucu, kreatif, dan sedikit egois, seperti kebanyakan anak bungsu. Gabungan karakteristik inilah yang menjadi tantangan dalam membesarkan anak tunggal.

Tips Efektif Mengasuh Anak Tunggal

Saat ini Anda tahu sedikit lebih banyak mengenai karakteristik yang dimiliki anak tunggal. Dan Anda memiliki informasi yang dapat membuat Anda mengasuh mereka dengan lebih baik. Semakin Anda memahami anak Anda, semakin baik Anda dapat mengasuh mereka untuk membantu mereka berkembang menjadi seorang dewasa yag luar biasa. Berikut ini adalah beberapa tips pengasuhan yang efektif yang dapat menolong Anda untuk menghadapi anak Anda satu-satunya.

Tips #1 – Bantu Mereka Membangun Persahabatan Dengan Orang Lain

Salah satu tips yang paling penting untuk membesarkan anak tunggal adalah membantu mereka membangun persahabatan dengan orang lain. Anak Anda tidak memiliki saudara kandung untuk saling berinteraksi, sehingga secara khusus Anda perlu menarik mereka untuk memiliki kehidupan sosial di rumah. Ada banyak cara yang baik yang dapat Anda gunakan untuk membantu anak Anda bersosialisasi. Anda bisa memanfaatkan kelompok bermain, menjadwalkan hari khusus untuk bermain, dll. Jika mereka lebih tua, dorong mereka untuk terlibat di dalam kegiatan setelah jam sekolah. Berfokuslah pada ketrampilan sosial anak Anda. Ajar mereka untuk berkompromi, memikirkan kepentingan orang lain, dan berbagi. Ini merupakan pelajaran hidup yang penting dan Anda sebagai orangtua harus berfokus pada hal itu karena anak Anda tidak memiliki saudara kandung untuk mempelajari segala hal itu.

Tips #2 – Tetapkan Batasan Untuk Anak Anda

Tips lainnya yang penting untuk diingat adalah tetapkan batasan bagi anak Anda. Anak tunggal biasanya sangat bossy dan mereka bahkan dapat mendikte tindakan Anda. Anda harus memulainya dengan batasan-batasan yang baik. Jelaskan pada mereka bagaimana mereka harus berperilaku dan biarkan mereka tahu bahwa beberapa tindakan tidak akan dapat ditoleransi. Batasan itu penting. Batasan membuat anak Anda merasa aman dan biarkan anak Anda tahu bahwa hidup pun akan memiliki batasan-batasan ketika mereka dewasa.

Tips #3 – Ajar Mereka Untuk Bertanggungjawab

Anda juga perlu mengajar anak tunggal Anda untuk bertanggungjawab. Memiliki anak tunggal terkadang menggelincirkan orangtua untuk memanjakan mereka. Seperti membiarkan mereka untuk tdak membereskan kamar dan menghindari untuk memberikan tugas kepada mereka. Berikan tugas untuk diselesaikan kepada mereka sesuai dengan usianya. Hal ini akan membantu mereka untuk bertanggungjawab, ketrampilan hidup yang sangat penting bagi mereka saat tumbuh dewasa.

Tips #4 – Hindari Menjadi Tukang Kritik

Penting bagi Anda untuk menghindari bersikap terlalu kritis terhadap anak Anda. Sangat mudah bagi Anda dan pasangan sebagai orangtua untuk mengkritik anak saat mereka membuat kesalahan. Disiplin perlu diterapkan dengan cara yang penuh kasih dan harus menjadi tugas Anda berdua sebagai orangtua. Namun, Anda juga tidak ingin membuat anak Anda merasa bahwa Anda berdua bersekongkol menentangnya dengan menjadi kritis. Kesalahan pasti akan terjadi. Meskipun Anda perlu menggunakan disiplin dari waktu ke waktu, buatlah disiplin menjadi hal yang konstruktif dan hindari terlalu banyak mengkritik, yang dapat mengecilkan hati anak Anda.

Tips #5 – Hindari Terlalu Memanjakan Anak Anda

Terlalu memanjakan adalah suatu hal yang perlu Anda hindari dengan hati-hati ketika membesarkan anak tunggal. Banyak orangtua yang melakukan kesalahan dengan membeli banyak mainan dan item lainnya untuk anak mereka. Hal ini dapat membuat anak Anda menjadi lebih penuntut. Tentu saja hal ini tidak berarti Anda tidak bisa membeli sesuatu untuk anak Anda dari waktu ke waktu. Hanya saja hindari untuk terlalu berlebihan dan memanjakan anak Anda.

Tips #6 – Dorong Anak Anda Untuk Menjadi Mandiri

Tips lainnya yang sangat penting untuk diingat saat membesarkan anak tunggal adalah dorong mereka untuk mandiri. Sepertinya mudah untuk menolong anak Anda dalam segala hal, tetapi melakukan ini hanya akan membuatnya menjadi tergantung kepada Anda. Meskipun Anda perlu memberikan bantuan ketika mereka membutuhkannya, biarkan anak Anda membuat beberapa kesalahan sehingga mereka belajar. Anda tidak akan ingin anak Anda tumbuh tanpa memiliki kemandirian yang cukup.

Beberapa anak tunggal tumbuh dengan perasaan kesepian. Hal ini tidak seharusnya terjadi. Anda dapat membawa anak Anda untuk menjadi seorang dewasa yang percaya diri dan mandiri. Dengan menghindari untuk menjadi terlalu protektif dan memastikan anak Anda memiliki banyak interaksi dengan orang lain, Anda dapat membantu mereka membangun kepercayaan diri yang mereka butuhkan saat mereka tumbuh dewasa.

Tanamkan tips ini di dalam pikiran Anda dan gunakan untuk membesarkan anak Anda satu-satunya. Anda akan memberikan masa kecil yang bahagia kepada anak Anda dan memastikan mereka memsuki dunia orang dewasa dengan kesiapan untuk menghadapi segala tuntutan dunia di sekitar mereka.

Source : more4kids.info


Rabu, 03 Agustus 2011

Belajar Melepaskan Anak Menjalani Kehidupannya Sendiri

main_imgArtikel ini terinspirasi oleh kenyataan bahwa anak tertua kami hampir berusia 15 tahun dan selama liburan panjang ini semua orang ingin agar ia datang berkunjung dan tinggal bersama mereka, tidak hanya untuk sehari dua hari tapi selama seminggu atau lebih. Selama bulan-bulan liburan mendatang ia hanya akan ada di rumah selama 5 hari, itupun jika saya beruntung. Pikiran untuk meninggalkan rumah sama sekali tidak mengganggunya. Ia terlihat senang dan ingin pergi. Ia akan bertemu dengan teman lamanya dan mengunjungi tempat baru. Kami bahagia untuknya dan kami ingin ia pergi. Meskipun di saat yang sama kami juga ingin agar ia tetap di rumah. Saya dan suami merindukan anak-anak kami ketika mereka pergi. Keluarga kami memang sangat dekat satu sama lain, selalu bersama. Jadi ini adalah masa-masa ujian bagi kami. Kami ingin agar ia bersenang-senang, dan kami harus mulai belajar untuk melepaskannya.
Jadi saya akan menawarkan beberapa ide untuk semua orangtua di luar sana yang memiliki anak yang siap untuk terbang sendiri, melebarkan sayap mereka dan terbang sendiri. Sementara Anda sedang berjuang untuk memotong tali pusar yang membuat sang anak selalu terikat dan tergantung sepenuhnya kepada Anda. Saya ada di sana bersama dengan Anda! Inilah cara saya bertahan dan melewatinya.

Sadari Anda Telah Melakukan Tugas Anda

Pada titik tertentu Anda harus mengakui kenyataan bahwa Anda telah melakukan pekerjaan yang cukup baik dengan membesarkan seorang anak yang bertanggung jawab dan sedang beranjak dewasa. Ya, saya tahu terkadang tidak semua tugas dilakukan dengan baik. Ada kalanya Anda bertanya-tanya apakah mereka benar-benar dapat dipercaya. Tapi secara keseluruhan mereka adalah anak yang baik dan mereka layak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kepada Anda pekerjaan hebat yang telah Anda lakukan dalam membesarkan mereka.

Menguji Sang Buah hati

Tergantung dari usia anak Anda, Anda mungkin ingin memberikan kesempatan kepada buah hati Anda untuk membuktikan bahwa mereka dapat diserahkan tanggung jawab, seperti menjaga adiknya atau memberikan tanggung jawab atas tugas penting lainnya dan melihat bagaimana mereka dapat mengelolanya ketika Anda tidak ada. Terkadang sebagai orangtua kita perlu melihat hal itu dalam rangka mempercayai mereka.

Bicara Kepada Mereka

Bicaralah dengan anak Anda tentang bepergian atau tidak bersama dengan Anda. Biarkan mereka mengatakan bahwa mereka akan kehilangan Anda tetapi mereka akan memiliki waktu yang menyenangkan di sana. Ya, mereka mungkin tidak akan terlalu banyak memikirkan Anda saat mereka pergi tapi itu tidak masalah. Ketika mereka pulang ke rumah Anda akan mendapatkan pelukan hangat yang sangat erat. Buatlah kesepakatan bahwa mereka harus menelepon Anda setidaknya dua kali selama mereka pergi atau Anda yang akan menelepon mereka. Anda juga dapat mengirimkan SMS, chatting atau email.

Pandanglah Anak Anda Sebagaimana Mereka Adanya

Meskipun kita benci untuk mengakui bahwa mereka sedang beranjak dewasa, pada satu titik kita harus memandang kepada mereka dan melihat bagaimana mereka sedang bertumbuh menjadi satu pribadi dewasa yang mandiri. Mereka tidak akan berada di rumah selamanya. Meskipun kita sangat menginginkan agar mereka tetap menjadi seorang anak kecil atau menjadi bayi kita selamanya, tetapi mereka tidak bisa. Itu bukanlah suatu hal yang alami dan sehat. Saya terkejut dengan anak pertama saya yang telah menjadi seorang wanita muda. Dalam masa-masa pertumbuhannya ia benar-benar memiliki otak yang cerdas dan tidak takut mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Ia tahu bahwa ia dapat menelepon saya maupun ayahnya dan kami akan siap membantunya kapanpun ia membutuhkannya.

Katakan Kepada Mereka Bahwa Anda Mempercayai Mereka

Cara terbaik untuk menunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda memiliki keyakinan kepada mereka dan percaya mereka akan melakukan hal yang benar saat jauh dari Anda adalah dengan mengatakan kepada mereka betapa Anda mempercayai mereka dan Anda tidak akan bawel dengan segala hal yang mereka lakukan. Mereka harus belajar menangung konsekuensi atas setiap tindakan dan bagaimana mengatasi konsekuensi yang harus mereka tanggung itu.

Berikan Hadiah Untuk Pekerjaan Yang Mereka Lakukan Dengan Baik

Anak tertua kami sangat membantu saya di masa-masa itu. Ia menjaga anak terkecil kami yang masih bayi ketika saya pergi bekerja, yang tidak selalu menjadi keinginan bayi kami. Dia sungguh-sungguh menjadi seorang ibu dan lebih senang bersama dengan saya daripada dengan siapapun juga. Jadi ada hari dimana bayi kami membuatnya menyadari fakta bahwa ia hanyalah seorang kakak, bukan ibu. Jadi saya setuju untuk membayarnya ketika ia menjaga adik kecilnya ketika saya bekerja, dua jam selama sehari. Percayalah ketika saya memberitahu Anda ada hari ketika ia membelanjakan setiap sen yang diterimanya bahkan lebih, dan kami menghargai dirinya untuk hal itu. Jangan berasumsi bahwa anak tertua Anda akan melakukan banyak hal hanya karena ia adalah anak tertua. Berikan imbalan, karena mereka tidak meminta untuk menjadi orangtua.

Sadarilah Bahwa Orangtua Anda Pun Melepaskan Anda Pergi

Jika orangtua Anda tidak melepaskan Anda dan membiarkan Anda bertumbuh di atas kaki Anda sendiri, maka Anda masih akan berada di rumah bersama ayah dan ibu. Meskipun kehidupan Anda tampaknya begitu ideal, apakah Anda masih ingin tinggal bersama ayah dan ibu saat ini? Saya mencintai ibu saya tapi saya tidak dapat tinggal bersamanya. Ia dapat tinggal bersama saya, di rumah saya dengan aturan saya. Saya tidak dapat kembali dan hidup dengan aturannya. Saya sudah terlalu tua untuk itu.

Saya tahu tidaklah mudah untuk melepaskan anak-anak di atas kaki mereka sendiri. Seringkali saya menangis (dengan senyuman) melihat fakta bahwa bayi mungil saya telah tumbuh dewasa. Saya melihat kepada putri tertua saya dan melihatnya 15 tahun yang lalu, ia hanyalah seorang bayi di tangan saya. Saya melihat kepada anak terkecil kami yang hampir berumur 7 bulan siap untuk bertumbuh dengan cepat. Dari pengasuhan yang satu ke yang lain, lakukan yang terbaik yang Anda bisa setiap hari. Biarkan mereka tahu bahwa Anda mengasihi mereka, percaya dengan segala hal yang Anda lakukan terhadap mereka, dan peluk mereka dengan erat karena akan tiba saatnya mereka akan siap untuk terbang meninggalkan sarang.

Source : more4kids.info


Selasa, 02 Agustus 2011

8 Tips Mengembangkan Komunikasi Dengan Buah Hati Anda

main_imgApakah saat ini komunikasi Anda dengan anak-anak Anda berada dalam posisi yang tepat, ataukah Anda sebenarnya kuatir karena Anda kesulitan menjalin komunikasi dengan mereka? Jika pertemuan tatap muka Anda dengan anak-anak dipenuhi dengan ketegangan dan emosi, Anda mungkin memerlukan tips untuk menjalin hubungan yang lebih damai dengan anak-anak Anda. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Jadilah Sesuai Perkataan Anda

Segala sesuatu yang Anda katakan kepada anak-anak Anda merupakan janji atau kesepakatan. Lakukanlah apa yang Anda katakan akan Anda lakukan dan Anda akan membangun kepercayaan mereka. Kepercayaan akan membuat Anda dapat mengawasi mereka saat menginjak usia remaja ketika mereka mulai senang bergaul dengan teman-teman dan Anda tidak tahu apa yang mereka lakukan.

Anak-anak Anda akan menghadapi godaan, dan karena Anda tidak ada di sana untuk mengawasi mereka secara langsung, Anda harus menanamkan karakter di dalam diri mereka. Langkah awal untuk menanamkan karakter adalah dengan mereka melihat secara langsung karakter yang ada di dalam Anda. Anda adalah model teladan mereka.

Bertanggung Jawab 100%

Memiliki integritas berarti 100% bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam hidup Anda. Itu berarti Anda tidak lagi beralasan ini itu dalam segala hal. Setiap orang yang benar-benar sukses di dalam kehidupan mereka memiliki tanggung jawab 100% atas segala sesuatu di dalam hidup mereka.

Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa tanggung jawab merupakan hal yang konyol dan tidak realistis. Banyak orang yang memiliki konsep ini namun tidak benar-benar hidup di dalamnya. Awalnya mungkin tanggung jawab bagaikan suatu beban, namun pada kenyataannya menjalankan tanggung jawab merupakan sebuah kebebasan.

Ketika Anda mendapati diri Anda 100% bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam hidup Anda, hal itu merupakan pengalaman yang sangat membebaskan. Tanggung jawab membuat Anda dapat menciptakan hidup Anda. Ide ini bukan hanya sekedar kutipan yang dapat Anda baca lalu Anda abaikan. Tanggung jawab itu nyata. Pikirkan hal ini: jika Anda tidak bertanggung jawab, jika Anda tidak memiliki kontrol atas hidup Anda sendiri, maka Anda hanyalah korban dan apapun yang membuat Anda tidak bahagia akan selalu membuat Anda tidak bahagia karena Anda tidak dapat mengubahnya. Singkirkan mental korban seperti itu. Anda dapat melihat kebenarannya.

Jadilah Murni Dan Sungguh-Sungguh

Ini berarti bicara apa adanya dalam komunikasi Anda dan dapatkan apa yang harus Anda dapatkan. Ini berarti tidak menggunakan paksaan atau manipulasi untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Anda tahu bahwa Anda tidak dapat mengontrol anak-anak Anda. Jika Anda benar-benar memahami hal ini dan menerimanya, Anda akan berhenti memanipulasi atau memaksa anak Anda untuk mencapai hasil yang Anda inginkan. Paksaan dan manipulasi memang dapat membuat anak Anda mencapai hasil yang Anda inginkan, namun semua itu hanya bersifat sementara. Manusia pada dasarnya menolak paksaan dan manipulasi. Paksaan dan manipulasi sesungguhnya merupakan hasil dari ketakutan.

Menyerahkan Hak

Belajarlah untuk menyerahkan hak. Berapa kali kita menggunakan hal itu sebagai pembenaran untuk tindakan kita?

Ketika kita menyerahkan hak, tidak berarti kita melupakan konsep mengenai hal yang benar dan salah. Sangatlah penting untuk mengajarkan anak-anak Anda perbedaan antara yang benar dan yang salah. Menyerahkan hak berhubungan erat dengan seluruh ide mengenai kontrol. Lebih khusus lagi berhubungan dengan kenyataan bahwa Anda tidak mengontrol orang lain. Jika Anda bertengkar dengan pasangan atau Anda sedang marah karena Anda benar dan pasangan Anda salah, menyerahkan hak tidak ada hubungannya dengan membuat pasangan menjadi benar dan Anda salah. Menyerahkan hak tidak ada hubungannya dengan melupakan tentang yang benar dan yang salah. Tidak berarti Anda harus menyerah. Menyerahkan hak berarti Anda tidak harus meyakinkan pasangan Anda bahwa Anda benar. Biarkan saja. Berpikirlah secara jangka panjang. Pikirkan apakah efektif bagi anak-anak Anda untuk melihat Anda bersitegang dengan pasangan.

Jadilah Pemandu

Berurusanlah selalu dengan segala macam isu yang ada di dalam kepala anak-anak Anda. Anak-anak sebaiknya dapat membicarakan apa saja kepada Anda – baik tentang seks, narkoba, musik rock. Saya selalu mengupayakan hal ini. Tujuan kita sebagai orangtua di sini adalah untuk membesarkan anak-anak menjadi orang dewasa yang produktif dan sehat.

Ketika Anda berkomunikasi secara jelas dan terbuka dengan anak-anak Anda dan mengembangkan rasa percaya mereka kepada Anda, mereka pun akan datang kepada Anda dengan isu-isu penting yang terjadi di dalam hidup mereka. Jadilah pemandu mereka. Anda adalah jangkar bagi anak-anak Anda. Anda ingin agar mereka berbicara kepada Anda dan bukan kepada teman-teman mereka.

Membawa Perdamaian

Hal ini kembali pada penerimaan akan apa yang benar-benar ingin Anda raih. Jangan mengambil jalan keluar yang mudah. Kembangkan sistem peringatan dini. Hal-hal apa saja di dalam hubungan Anda dengan anak-anak yang mengganggu, memperburuk atau membuat Anda marah? Pikirkan tentang apa yang sebenarnya membuat Anda marah.

Apapun yang Anda pikirkan, alasan sebenarnya bukanlah itu. Ini bukan omong kosong. Contohnya saja, ketika putri saya menginjak SMU saya biasanya sangat terganggu ketika mereka meninggalkan kamar mandi berantakan. Biasanya, mereka menghabiskan waktu berjam-jam di kamar mandi, melakukan apa yang biasanya para gadis lakukan, dan mereka keluar dari kamar mandi dalam kondisi cantik dan siap pergi ke pesta. Mereka akan membereskan kamar mandi dengan setengah hati dan meninggalkannya begitu saja. Saat saya hendak masuk ke kamar mandi, dengan sekali pandang saya akan menjadi marah karena kondisinya yang sangat berantakan dengan kondisi handuk di atas lantai.

Dari luar, saya sepertinya marah karena mereka meninggalkan kamar mandi berantakan. Ketika saya benar-benar menganalisa hal ini, saya tahu bahwa saya marah kepada diri saya sendiri karena sebagai orangtua saya gagal memperbaiki perilaku mereka. Itulah yang saya maksud ketika mengatakan bahwa apapun yang mengganggu Anda dan apapun yang Anda pikirkan, alasan sebenarnya bukanlah itu.

Menjadi Inspirasi

Jangan menjadi seorang yang sinis; jadilah inspirasi. Bertindaklah dengan cara yang dapat menyentuh mereka dan Anda membuat perbedaan di dalam hidup mereka. Sekali lagi jadilah seorang yang bertanggung jawab di dalam hidup Anda. Orangtua yang sukses memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab dalam konteks ini bukanlah beban. Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus Anda lakukan, seperti membayar tagihan. Tanggung jawab bukan tentang salah dan menyalahkan. Bukan tentang rasa bersalah atau malu. Ini bukan tentang kemampuan Anda untuk memahami banyak hal atau mengatakannya jika hal itu menyangkut moral atau etika. Bukan tentang apa yang baik dan yang buruk.

Bertanggung jawab berarti bersedia menghadapi situasi di dalam hidup Anda. Tak seorangpun yang membuat Anda bertanggung jawab dan Anda tidak membuat orang lain bertanggung jawab. Ini adalah hadiah yang Anda berikan bagi diri Anda.

Ajarkan nilai ini kepada anak-anak Anda. Ajarkan mereka untuk bertanggung jawab bagi diri mereka sendiri. Sekali lagi, tanggung jawab bukanlah beban – akui bahwa mereka menentukan konsekuensi dari kehidupan mereka.

Jangan Diambil Hati

Dalam seluruh hubungan Anda, dalam seluruh komunikasi yang Anda jalin, jangan ambil hati segala hal yang terjadi. Amati dunia di sekitar Anda. Perhatikan seberapa sering orang tersinggung. Sebagai percobaan, lihatlah berapa kali dalam sehari Anda melihat seseorang tersinggung. Banyak orang yang bertindak seperti anak kecil.

Jangan menjadi seperti orang lain. Jadilah pengamat dan perhatikan bagaimana orang berinteraksi satu sama lain. Anda akan menemukan banyak hal yang lucu. Jangan lakukan hal yang sama.

Jika Anda ingin agar anak-anak Anda menjadi orang hebat, kesuksesan Anda dalam pengasuhan dan juga komunikasi Anda dengan anak-anak akan mendapatkan manfaat dengan menggunakan tips ini.

Source : saidaonline


Senin, 01 Agustus 2011

Menghadapi Anak Pemalu

main_imgBanyak anak-anak memiliki pembawaan pemalu. Namun, sebagai orangtua menghadapi anak yang pemalu dapat menjadi hal yang sulit. Meskipun tidak ada tekanan untuk menjadi seorang anak yang pemalu, jika Anda membiarkan anak Anda tetap menjadi seorang anak yang pemalu, di masa yang akan datang mereka dapat kehilangan kesempatan emas dalam kehidupan mereka. Untuk alasan inilah sebagai orangtua sangat penting bagi Anda menemukan cara menolong anak Anda mengatasi rasa malu mereka dan dapat menghadapi segala situasi dengan nyaman. Tentu saja, hal ini lebih mudah untuk dikatakan daripada dilakukan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu orangtua dalam mengasuh anak yang pemalu.

Mengapa Anak Anda Menjadi Seorang Anak Yang Pemalu?

Hal pertama yang perlu Anda lakukan jika memiliki anak pemalu adalah pertama-tama dengan bertanya pada diri sendiri mengapa anak Anda menjadi seorang anak yang pemalu. Ada berbagai alasan yang menyebabkan anak Anda merasa malu. Perhatikan kapan anak Anda menunjukkan rasa malunya. Apakah mereka selalu menunjukkan rasa malu, hanya malu saat bertemu orang baru, malu di dalam kelompok besar, atau malu saat harus melakukan presentasi di depan kelas? Jika Anda dapat mengenali situasi yang membuat anak malu, Anda akan lebih mampu membantu anak Anda untuk mengatasi rasa malunya.

Anda juga perlu mempertimbangkan fakta bahwa anak Anda mungkin menghadapi hal yang lebih besar dari hanya sekedar rasa malu. Berbagai kondisi medis dan kondisi lainnya mungkin dapat menimbulkan kebingungan dan rasa malu pada seorang anak. Anak Anda mungkin bermasalah dengan sindrom Asperger, autisme, kecemasan atau ketidakmampuan belajar. Perhatikan anak Anda dan perilaku mereka dengan seksama. Jika Anda pikir mungkin ada masalah mendasar selain rasa malu, pastikan mereka mendapatkan bantuan profesional yang dibutuhkan.

Menjadi Teladan

Tips penting lainnya untuk mengasuh anak pemalu adalah dengan menjadikan diri Anda sendiri sebagai teladan. Anda mungkin akan terkejut betapa banyaknya yang anak Anda pelajari dari diri Anda. Mereka belajar dengan melihat apa yang Anda lakukan, jadi sangatlah penting untuk Anda menjadi teladan bagi mereka. Jika Anda berada di lingkungan sosial, bersikap ramahlah terhadap orang lain, perkenalkan diri Anda kepada orang lain, dan berikan pujian kepada orang asing, teman serta anggota keluarga. Ada beberapa hal yang perlu Anda hindari juga. Jangan mengkritik orang lain di depan umum, jangan mencaci-maki anak Anda karena menunjukkan sifat pemalu, dan jangan menghindari orang saat Anda gugup. Hal-hal seperti ini hanya akan mengirimkan pesan yang salah kepada anak Anda. Bahkan jika Anda sendiri adalah seorang yang pemalu, untuk menolong anak Anda, Anda perlu mengatasi rasa malu Anda dan menjadi teladan bagi anak Anda. Hal ini tidak hanya dapat membantu anak Anda belajar akan pentingnya kemampuan bersosialisasi, tapi juga dapat membantu Anda mengatassi rasa malu Anda sendiri sebagai orangtua.

Melatih Ketrampilan Sosial Sejak Dini

Ketrampilan sosial yang baik tidak muncul begitu saja pada anak-anak – ketrampilan itu perlu diajarkan. Ini artinya Anda perlu mengupayakan hal itu atas diri anak Anda, dan semakin dini Anda memulainya, semakin baik hasilnya. Rasa malu meningkat pada usia anak-anak, sehingga Anda perlu memulainya sejak dini kepada anak Anda. Jika Anda tidak tahu bagaimana mengembangkan ketrampilan sosial pada anak Anda, mulailah dengan menetapkan hari untuk bermain bersama sehingga anak Anda memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan anak lain sejak usia dini. Luangkan waktu di rumah untuk melatih ketrampilan sosial, seperti memberikan pujian, memperkenalkan orang, atau bahkan berjabat tangan dengan orang lain. Ajarkan anak tentang pertemanan dan bagaimana menjadi teman yang baik. Semua ini merupakan cara mudah mengajarkan pentingnya ketrampilan sosial yang dapat membantu mereka mengatasi rasa malu dalam hidupnya kelak.

Bantu Anak Anda Mempelajari Rasa Hormat Dan Toleransi

Mereka yang pemalu seringkali lebih gampamg menghakimi – baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Jika Anda mudah menghakimi diri sendiri, anak Anda akan belajar seperti itu juga. Ketika Anda mengkritik orang lain, Anda sedang mengajarkan kepada anak-anak Anda bahwa ketika mereka keluar rumah, orang-orang akan menghakimi mereka juga, yang justru dapat membuat mereka semakin menjadi pemalu. Hal ini dapat menyebabkan mereka menarik diri ke dalam dunia mereka sendiri yang penuh dengan rasa malu. Sangatlah penting bagi Anda untuk mengajari anak Anda mengenai rasa hormat dan bertoleransi terhadap orang lain. Ajar mereka untuk menghormati orang lain bahkan jika mereka memiliki kekurangan. Biarkan mereka tahu bahwa tidak ada orang yang sempurna, tetapi setiap orang berharga dan harus ditoleransi meskipun berada dalam ketidaksempurnaan. Berikan pujian kepada orang lain dan bukan mencelanya.

Anda juga perlu menghindar untuk memicu rasa malu anak Anda dengan cara yang negatif, yang juga merupakan cara untuk menilai anak Anda. Rasa malu memang tidak dapat dijadikan alasan dalam berperilaku, namun jangan memberikan label kepada anak Anda sebagai seorang anak yang pemalu dengan cara yang negatif. Sebaliknya, temukan cara agar Anda dapat memberikan pujian sambil membantu anak Anda untuk mengatasi rasa malu yang mereka hadapi.

Bila Anda Membutuhkan Bantuan

Ada beberapa kasus dimana anak Anda mungkin hanya berurusan dengan rasa malu. Namun, ada saat dimana hal ini bisa menjadi hal yang lebih serius, seperti gangguan kecemasan sosial yang parah. Terkadang anak-anak dapat mengalami lebih dari sekedar malu dan mereka mungkin menjadi depresi, kesepian, terisolasi, bahkan merasa putus asa. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat mengakibatkan serangan kepanikan ketika mereka dimasukkan ke dalam situasi sosial. Hal ini bukanlah masalah sederhana yang perlu diabaikan. Jika Anda merasa anak Anda berurusan demgan lebih dari sekedar rasa malu, jangan tunggu untuk mencari bantuan. Merupakan sebuah ide yang baik untuk menemukan seorang psikolog yang baik dan terlatih dalam menangani masalah pada anak-anak.

Mengasuh anak pemalu bisa menjadi hal yang sulit, namun jika Anda melakukannya sebagai tim dengan anak Anda, mereka dapat mengatasi rasa malu mereka, yang dapat membantu mereka di masa yang akan datang. Gunakan tips dan ide ini kepada anak Anda dan ingatlah, jika sepertinya masalah anak Anda lebih dari sekedar rasa malu, segera cari bantuan yang diperlukan anak Anda.

Source : more4kids.info

Minggu, 31 Juli 2011

7 Tips Menghadapi Amukan Balita Di Depan Umum

main_imgKetika balita Anda mengamuk di rumah, Anda dapat memindahkannya ke ruangan lain, menjauhinya, atau mengabaikan semua amukannya. Namun ketika Anda berada di luar rumah dan di tempat umum, di tengah tatapan mata orang banyak yang tidak dapat membantu, jauh lebih sulit bagi Anda untuk mengambil suatu tindakan.
Setiap ibu terkadang berharap agar tidak ada anak lain di taman. Karena anak-anak lain akan membawa mainan mereka sendiri, sepeda mereka sendiri – dan orangtuanya. Kemudian anak Anda ingin menggunakan sepeda yang dimiliki anak lain. Saat anak yang memiliki sepeda berkata tidak, anak Anda pun mengamuk, dan orangtua lain hanya melihat dengan pandangan tidak setuju ketika Anda mencoba memberikan alasan kepada anak Anda yang baru berusia tiga tahun namun gagal.

Berikut adalah 7 saran yang dapat Anda gunakan untuk menghindari amukan anak di depan umum:

1. Mulailah Secara Cerdas

Beberapa persiapan pekerjaan dapat memusingkan kepala ketika amukan datang sebelum dimulai. Bila Anda berada di rumah, mainkan peranan skenario yang berbeda. Berikan anak kesempatan untuk berlatih menanggapi berbagai situasi. Misalnya saja jika pandangan balita Anda tertuju pada mainan keren yang dimiliki anak lain dan tidak tertarik untuk meminjamkan mainannya kepada anak Anda, apa yang dapat anak Anda lakukan atau katakan? Lakukan dengan memberikan beberapa opsi, dan tekankan tidak semua anak akan berbagi dengan anak Anda. Pertimbangkan agar anak Anda membawa mainannya sendiri saat pergi ke tempat umum.

2. Tetapkan Harapan Sejak Awal

Sangatlah penting untuk menetapkan harapan sebelum Anda meninggalkan rumah. “Kita akan pergi ke toko untuk membeli susu, telur, dan roti. Kita tidak pergi untuk membeli mainan.” Mintalah agar anak Anda mengulangi informasi ini dan tetap bahas hal ini dengannya. “Kita tidak akan membeli mainan. Jack tidak akan berteriak atau menangis. Apakah kamu akan berteriak atau menangis?”

Banyaknya pengulangan akan membantu Anda memberi penekanan pada maksud Anda, sebagaimana kata-kata refrase anak Anda akan kembali kepada Anda.

3. Persiapan

Jika Anda tahu semua ibu lain membawa makanan ringan saat berjalan-jalan ke taman dengan anak-anak mereka, bawalah sesuatu yang dapat dikunyah anak Anda. Jangan tarik anak Anda dan memaksanya terus bermain selama tiga jam dengan berharap balita Anda akan tetap ceria dan tenang sepanjang waktu tanpa adanya hadiah kecil. Dan jangan bawa anak Anda ke restoran yang hanya akan membuat Anda menunggu lebih lama untuk mendapatkan makanan pembuka.

4. Perjelas Aturan Anda

Jika Anda membuat pengecualian terhadap suatu aturan, perjelas tentang apa yang Anda lakukan. Misalnya saja, jika Anda tidak pernah membeli es krim di taman, tetapi Anda melakukannya hari ini untuk merayakan kesuksesan balita Anda ke toilet sendiri, katakan demikian secara eksplisit, “Kita biasanya tidak membeli es krim di sini, tapi hari ini berbeda. Hari ini kita membeli es krim karena kamu berhasil menggunakan toilet! Hari ini berbeda dan spesial. Besok kita tidak akan membeli es krim di sini, tapi hari ini kita membelinya.”

5. Abaikan Penghakiman Dari Orang Lain

Anda telah melakukan persiapan, Anda telah membuat rencana – dan entah kenapa hal itu tidak berjalan dengan baik. Saat ini Anda terjebak di tengah-tengah toko dengan seorang anak yang sedang menjerit, troli yang penuh dengan barang belanjaan, dan kerumunan pasang mata yang tidak bersahabat memperhatikan setiap gerak Anda. Apa yang Anda lakukan?

Pertama-tama, ingatlah bahwa orang asing akan tetap menjadi orang asing. Mereka tidaklah terlalu penting. Siapapun yang memiliki anak pasti secara diam-diam mengucapkan doa agar mereka tidak berada di posisi Anda saat itu. Bagaimana dengan mereka yang menghakimi Anda?

Siapa yang membutuhkan mereka? Buang mereka dari pikiran Anda, dan berkonsentrasilah pada anak Anda. Ingat juga bahwa meskipun kita menganggap semua orang mengawasi gerak-gerik kita, kebanyakan orang sebenarnya jauh lebih egois dan terlalu sibuk memikirkan diri mereka sendiri daripada fokus pada orang lain.

Jika Anda sedang tidak terburu-buru, bawalah anak Anda ke tempat yang relatif tenang dari toko dan dudukkan ia di lantai, di kereta belanja, di kursi, atau dimanapun. Duduklah atau berdiri di dekatnya dan keluarkan ponsel, buku atau barang apapun yang dapat pura-pura dijadikan fokus Anda selama beberapa menit. Abaikan anak Anda dan jangan merespon sampai ia berhenti berteriak. Jangan membuat alasan atas tingkah lakuknya, jangan minta maaf atas kelakuan anak Anda, dan jangan sungkan untuk melontarkan komentar sinis kepada siapa saja yang merasa perlu berkomentar atas gaya pengasuhan Anda. Ingat, mereka bukan masalah Anda.

Anak Anda pada akhirnya akan tenang, dan Anda bisa memberinya pilihan: apakah  akan menyelesaikan kegiatan ini secara baik-baik, pulang dan mendapatkan sedikit pujian atas ketaatannya, atau membayar barang belanjaan saat ini juga, pulang dan ia harus menghabiskan waktunya selama satu jam di dalam kamar.

6. Jangan Menyerah

Namun bagaimana jika Anda harus menyelesaikan belanjaan Anda? Maka lakukanlah. Sedapat mungkin, abaikan anak Anda. Jangan memberikan respon, dan jangan menyerah pada godaan untuk mengatakan, “Berhenti merengek!” Abaikan anak Anda dan fokus untuk tidak mendengarkan anak Anda.

“Teriakan dan tangisan akan menjadi masalah ketika orangtua menyerah pada anak terlalu cepat atau terlalu sering. Hal ini hanya akan mengajarkan kepada anak bahwa amukan merupakan sebuah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ujar Diane Ryals, pendidik dari University of Illinois Extension family life. Jadi, jangan lakukan itu. Lakukan apa yang perlu Anda lakukan, bawa balita Ada ke mobil atau bawa pulang ke rumah, dan biarkan ia tahu betapa kecewanya Anda atas perilaku yang ditunjukkannya.

7. Jadilah Konsisten

Selama Anda menangani amukan balita Anda secara efektif di rumah – dengan mengabaikan dan tidak menyerah – pada akhirnya mereka akan mengurangi perilaku ini ketika sedang berada di luar rumah bersama Anda. Meskipun hal ini tampaknya sulit untuk dipercaya saat ini, akan tiba harinya ketika Anda meminta remaja Anda untuk pergi keluar bersama. Sampai saat itu tiba, teguhkan hati Anda dan Anda dapat menikmati es krim ketika tiba di rumah.

Source : sheknows.com


Justin Bieber Takut Akan Tuhan, Berkat Didikan Ibunya

main_imgBagi Anda semua yang sudah mengenal sosok yang bernama lengkap Justin Drew Bieber dengan baik, mungkin Anda tahu bagaimana Justin Bieber bisa sampai terkenal dan mengundang banyak perhatian dunia. Hal ini tentu saja tidak lepas dari dukungan maupun usaha sang ibu. Bukan hanya itu, sang ibu berperan besar di dalam kehidupannya, terutama kehidupan religiusnya. Mari kita simak bagaimana pengajaran ataupun peran serta sang ibu dalam kehidupan Justin Bieber, yang diringkas khusus oleh jawaban.com untuk Anda.

Pernah putus asa tapi terus berjuang

Patricia Lynn “Pattie” Mallette, ibu Justin Bieber, hamil di luar nikah ketika baru berumur 18 tahun. Di dalam hidupnya, dia pernah putus asa dan bunuh diri, namun Tuhan tolong. Dia pernah melakukan hal-hal buruk di dalam hidupnya namun dia mengajarkan anaknya untuk takut akan Tuhan ketika dia sudah mengalami kebaikan Tuhan secara nyata. Dia bekerja dengan upah yang rendah namun dia tidak pernah menyerah.

Justin Bieber tetap mendapatkan sosok ayah

Meskipun Pattie dan ayah Justin Bieber bernama Jeremy Jack Bieber berpisah, namun dia tidak menghalangi sosok sang ayah dikenal Justin Bieber dan mereka meluangkan waktu bersama.

Memperkenalkan kepada komunitas yang benar sedari kecil

Justin mendapatkan drum dari komunitas gereja tempatnya beribadah pada umur 4 tahun, hal ini membuktikan bahwa sedari kecil dia sudah diajak untuk mengenal komunitas. Dia bahkan mengatakan bahwa dia punya hubungan dengan Yesus, berbicara dengan-Nya “Dan Dia adalah alasan saya ada.” Hal ini bisa terjadi hanya karena dukungan ibunya. Karena sangatlah penting untuk memperkenalkan Tuhan sedari kecil kepada anak-anak agar mereka mengalami kebaikan Tuhan secara pribadi di dalam hidup mereka.

Menyerahkan semua kepada Tuhan

Pattie pernah berdoa, “Tuhan, aku berikan Justin dalam tangan-Mu. Engkau bisa memberikan aku seorang Kristen (untuk menjadi manajer Justin), rekaman Kristen… Engkau tidak ingin orang Yahudi ini jadi manajernya bukan?” Namun, setelah dia berdoa dengan penatua gerejanya, dia tahu bahwa Tuhan memberikan yang terbaik buat Justin. Semuanya dia serahkan kepada Tuhan.

Memberikan yang terbaik

Ketika Justin belum terkenal, karena usaha Pattielah yang akhirnya dapat membuat Justin terkenal. Dia mengusahakan setiap hal yang terbaik agar Justin mendapat yang terbaik di dalam hidupnya. Pengalaman hidupnya dijadikan acuan agar Justin tidak mengalami itu semua. Peran serta sang ibu begitu kuat dan membentuk kepribadian Justin yang takut akan Tuhan. Justin berani menunjukkan imannya kepada dunia.
Peran Anda terhadap anak-anak Anda sangat menentukan masa depan anak Anda dan hubungan mereka dengan Tuhan. Meskipun kita menghadapi hal-hal yang buruk di dalam hidup, mari kita ajarkan kepada anak-anak untuk menjadi anak yang takut akan Tuhan dengan sungguh-sungguh, sehingga kehidupan mereka dapat menjadi berkat buat orang lain.

Source : jawaban.com/lh3


(^_^)