Laman

Renungan

Rindu mendapatkan renungan setiap hari!
ataupun artikel serta tips2 kesehatan!!
Silakan kunjungi :
Semoga terbekati Lewat Blog ini!
God Bless You Friends

Rabu, 03 Agustus 2011

7 Alasan Kenapa Remaja Harus Menunggu Untuk Seks

main_imgMenantikan pasangan yang tepat untuk datang seringkali rasanya membutuhkan waktu selamanya, terutama ketika Anda masih berusia remaja. Orangtua akan terus memberitahu anak remaja mereka untuk menunggu dalam hal seks sampai mereka cukup dewasa dan remaja biasanya akan terus mempertanyakan pernyataan ini. Paling tidak ada 7 alasan kenapa anak remaja harus menunggu untuk seks.
1. Sulit Untuk Mengetahui Apakah Kita Telah Benar-Benar Menemukan Orang Yang Tepat

Pepatah lama mengatakan bahwa cinta itu buta. Memasukkan seks ke dalam pepatah ini terkadang membuat kebutaan itu bahkan terlihat semakin jelas. Remaja seringkali salah menginterpretasi kontak seksual dengan cinta. Bukan berarti hal ini tidak terjadi pada orang dewasa, tapi kebanyakan dari kita seringkali membutuhkan waktu lama untuk mengetahui perbedaannya. Saya memiliki teman waktu SMA yang menjalin hubungan dengan seorang pria dan mereka sepertinya benar-benar jatuh cinta satu sama lain. Sang pria kemudian memaksanya untuk berhubungan seks dan mencampakkannya di minggu berikutnya demi wanita lain. Padahal mereka sepertinya sangat dekat dan sering membicarakan masa depan bersama, lalu kemudian seks mengubah segalanya.

2. Tubuh Anda Mungkin Tidak Siap Secara Fisik

Tubuh manusia biasanya terus tumbuh sampai mereka berusia antara 18 sampai 20 tahun. Setiap orang mencapai kedewasaan pada tingkat yang berbeda. Secara teknis hal ini dapat terlihat dengan jelas bila Anda berada di antara teman-teman. Beberapa remaja pria mungkin memiliki kumis dan jenggot yang mulai tumbuh sedangkan remaja pria lainnya tidak menunjukkan tanda-tanda itu sama sekali. Remaja wanita juga menjadi dewasa pada usia yang berbeda dibandingkan rekan-rekan mereka, yang terkadang membuat mereka merasa tidak aman dengan dirinya sendiri. Perasaan canggung dan kepercayaan diri yang rendah cukup sulit untuk ditangani, apalagi bila masuk dalam situasi yang mendukung hal itu sehingga menimbulkan rasa sakit hati atau malu.

3. Ada Banyak Waktu Untuk Melakukan Seks Di Kemudian Hari

Percaya atau tidak, masa-masa remaja tidak akan berlangsung lama. Akan ada waktunya ketika Anda memiliki banyak waktu untuk menghadapi lebih banyak tanggung jawab dari yang dapat Anda bayangkan. Anda harus lebih fokus untuk menghabiskan waktu dengan teman ketika Anda bergaul karib dengan mereka dan menciptakan memori yang dapat Anda bagikan kepada anak-anak Anda kelak. Menjadi seorang remaja memiliki pasang surutnya sendiri dan melibatkan kontak fisik ke dalam masa-masa ini justru akan memperumit semuanya.

4. Hubungan Tidak Harus Didasarkan Pada Seks

Seringkali remaja berpikir bahwa menjalin hubungan dengan lawan jenis tidak akan afdol jika seks tidak terlibat di dalamnya. Hal ini tentu saja tidak benar. Menjalin hubungan seharusnya lebih didasarkan pada kepercayaan, saling menghargai dan komunikasi yang efektif. Jika Anda hanya berfokus pada pemenuhan hal fisik, maka Anda akan kehilangan makna dari hubungan yang sebenarnya. Ada lebih banyak hal lagi yang dilibatkan di dalam hubungan: menikmati waktu bersama, belajar lebih lagi mengenali kepribadian orang lain, dan kemungkinan-kemungkinan yang ada untuk membangun masa depan bersama. Hal-hal seperti ini bisa menguap bagaikan asap yang ditiup angin sekali seks mengalahkan makna yang sebenarnya dari sebuah hubungan.

5. Seks Dapat Menyebabkan Masalah Kesehatan

Tentu saja hal ini termasuk kehamilan dan penyakit menular kelamin, yang seringkali menjadi mimpi terburuk dari para orangtua. Orangtua sudah cukup kuatir megenai kesehatan dan kesejahteraan anak-anak mereka tanpa harus ditambahkan dengan memikirkan anak-anak mereka yang hamil atau tertular penyakit kelamin. Ada begitu banyak resiko yang mengiringi hubungan seks, apalagi jika mengalami hal ini saat masih duduk di bangku sekolah.

6. Seks Seringkali Akan Menyebabkan Kurangnya Rasa Hormat

Tidak semua remaja mampu menangani tanggung jawab yang datang dengan terlibatnya seks dalam suatu hubungan. Beberapa remaja melakukannya karena setiap orang akan melakukan hal itu namun hal ini biasanya akan berakhir dengan salah satu pihak tidak dapat menghargai pasangannya. Anda juga harus cukup menghormati diri Anda sendiri untuk tidak menyerahkan sesuatu demi kebahagiaan orang lain jika di saat yang sama hal itu membuat Anda sedih dan kehilangan sesuatu yang berharga. Rasa hormat itu memang datang dari kedua belah pihak, tapi Anda perlu memulainya dengan menghargai diri Anda sendiri dan peduli dengan apa yang terjadi pada diri Anda.

7. Seks Cenderung Membuat Banyak Hal Menjadi Lebih Rumit

Pernahkah Anda mengawali hubungan sebagai seoran teman dan kemudian bertanya-tanya apa yang telah terjadi di dalam hubungan ini ketika seks telah diperkenalkan ke dalam hubungan? Saya telah melihat banyak persahabatan masa-masa SMA yang melemah setelah melibatkan seks. Saya pernah punya teman di SMA yang tadinya sangat dekat tapi akhirnya menjadi tidak menyukai satu sama lain ketka mereka mulai tidur bersama. Seks cenderung membuat hal-hal menjadi canggung untuk beberapa alasan.

Saya yakin ada remaja yang tidak setuju dengan segala informasi di atas. Saya berharap paling tidak ada beberapa dari 7 pemikiran mengenai seks pada remaja ini dan mengapa Anda harus menunggu seperti yang diungkapkan di atas. Karena bisa saja Anda akan menyetujui segala pernyataan di atas ketika usia Anda sudah lebih tua.

Source : allwomenstalk


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

(^_^)