Laman

Renungan

Rindu mendapatkan renungan setiap hari!
ataupun artikel serta tips2 kesehatan!!
Silakan kunjungi :
Semoga terbekati Lewat Blog ini!

Minggu, 31 Juli 2011

Dampak Pengangkatan Rahim Bagi Hubungan Pasutri

main_imgSeseorang yang mengalami pengangkatan rahim (Hysterectomy)  bisa mengalami gangguan fungsi seksual. Sebenarnya hysterectomy sendiri bukan penyebab langsung hilang atau menurunnya kualitas seksual seorang wanita, namun prosedur pengangkatan rahim seringkali akan berpengaruh pada kesehatan serta kualitas Ovarium (Indung telur) yang pada gilirannya akan mempengaruhi kualitas seksual seorang wanita.
Dalam tubuh seorang wanita sehat terdapat dua buah (sepasang) ovarium yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim). Fungsi utama ovarium ini adalah menghasilkan ovum (sel telur) dan hormon reproduksi wanita terutama estrogen. Agar berfungsi dengan normal dan sehat, kedua ovarium ini mendapat pasokan nutrisi dari pembuluh darah yang melalui rahim.

Dalam prosedur operasi pengangkatan rahim, ada kemungkinan yang sangat besar pembuluh darah yang memasok nutrisi ke ovarium terpotong atau mengalami kerusakan. Kondisi ini menyebabkan sel-sel ovarium kurang mendapat pasokan nutrisi sehingga sel-sel ini mengalami penurunann fungsi bahkan mengalami kerusakan permanen.

Kerusakan sel-sel ovarium ini mengakibatkan penurunan bahkan penghentian produksi sel telur dan hormon estrogen. Kondisi ini sangat menyerupai kondisi wanita yang memasuki masa menopause. Karena itu kondisi ini seringkali disebut dengan Surgical Menopause, atau menopause akibat prosedur operasi.

Karena jaringan serta fungsi seksual wanita sangat tergantung pada hormon estrogen, maka wanita yang mengalami pengangkatan rahim seringkali akan mengalami penurunan fungsi seksual, sebab produksi hormon estrogennya akan sangat menurun bahkan terhenti. Penurunan kualitas seksual tersebut antara lain: menurun atau hilangnya gairah seksual, keringnya vagina sehingga terasa sakit bila berhubungan, bahkan sulit atau gagal mendapat orgasme.

Untuk mengatasi masalah seksual akibat hysterectomy, ada tiga langkah yang bisa lakukan yaitu: pertama, lakukan foreplay (cumbuan awal) yang cukup untuk meningkatkan gairah seksual. Kedua, gunakan cairan pelumas vagina, agar hubungan tidak terasa sakit. Ketiga, perlu berkonsultasi pada dokter yang ahli pada pengobatan gangguan fungsi seksual untuk mendapatkan suplementasi pengganti hormon estrogen dan hormon seksual lain seperti DHEA yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh dengan baik akibat kondisi ini.
Bila Anda harus menghadapi kondisi seperti ini, jangan pernah menyerah. Selalu letakkan pengharapan di dalam Tuhan.

Source : expert

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

(^_^)